Wapres: Program MBG Harus Diprioritaskan di Wilayah 3T

  • 18 Jun 2026 12:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wapres: Program MBG Harus Diprioritaskan di Wilayah 3T
  • Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)

RRI.CO.ID, Ende - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya hal ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

Ia-pun mengungkapkan sebelumnya, banyak mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa agar program MBG ini di stip. Namun demikian, ia menilai program ini harus dilanjutkan terutama di wilayah 3T.

"Kalau saya pribadi, (MBG) ini harus dilanjutkan. Terutama di daerah 3T," kata Wapres saat berdialog dengan para wali murid dan masyarakat di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 19 Juni 2026.

“Jadi saya kira MBG ini akan lebih tepat sasaran kalau difokuskan di area 3T,” ujar Wapres. Meski demikian, Wapres menyebut pemerintah menyadari program ini masih memiliki banyak kekurangan.

Untuk itu, ia memastikan pemerintah akan mengatur tata kelola program MBG agar lebih baik lagi dan efisien. "Tapi Bapak/Ibu, saya sadar MBG ini masih banyak kekurangannya dan kemarin juga kepalanya baru saja ditangkap," ujarnya.

"Ini memang ke depan harus lebih banyak lagi perbaikan, tata kelolannya diperbaiki biar lebih efisien. Jangan lagi ada pengadaan-pengadaan barang yang tidak sesuai, dan yang paling penting praktik korupsinya harus dihilangkan," ucapnya.

Menurut Wapres, daerah seperti Desa Niowula yang berjarak cukup jauh dari pusat perkotaan merupakan wilayah yang paling membutuhkan program MBG. Karena itu, pemerintah akan mempercepat berbagai proses pendukung agar program dapat segera berjalan.

“Area-area yang seperti ini itu justru yang paling membutuhkan MBG. Makanya tadi kalau dapurnya sudah siap, ya ini otomatis harus kita percepat perizinannya," kata Wapres.

"Karena saya yakin adik-adik yang di belakang saya ini butuh sekali yang namanya MBG. Saya yakin nanti akan meringankan beban ibu-ibu yang ada di sini,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, Wapres memperoleh informasi bahwa dapur MBG di Desa Niowula telah selesai dibangun. Namu demikian, masih menunggu proses inspeksi dan uji kelayakan dari pemerintah pusat sebelum dapat beroperasi.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres juga mengajak perwakilan mahasiswa berbagai perguruan tinggi untuk melihat langsung kondisi masyarakat wilayah 3T. Dalam dialog tersebut, Wapres juga mengajak perwakilan mahasiswa memberikan tanggapan terkait kondisi masyarakat di wilayah 3T.

“Di sini kami bisa melihat secara langsung bagaimana kenyataan di lapangan bahwasannya di daerah 3T ini yang jauh. Mungkin kami hidup di perkotaan dengan segala akses yang mudah," kata Perwakilan mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Rapid Bena Matin.

"dan di sini diberikan kesempatan untuk bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi masyarakat. Terutamanya dalam program-program prioritas Presiden seperti MBG atau KDMP (Koperasi Desa Merah Putih),” ujar Rapid.

Ia juga menilai, program MBG dan KDMP perlu diprioritaskan di wilayah 3T. Hal ini penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....