Menko Pangan: 33,2 Juta Keluarga Penerima Dapat 10 Kg Beras per Bulan
- 09 Jun 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah kembali menggulirkan program bantuan pangan beras untuk menjaga daya beli masyarakat.
- Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan beras 10 kilogram setiap bulan selama tiga bulan.
- Program bantuan tersebut dijadwalkan mulai disalurkan pada Juli 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah kembali menggulirkan program bantuan pangan beras untuk menjaga daya beli masyarakat. Hal ini dilakukan di tengah potensi kenaikan harga kebutuhan pokok saat musim kemarau dan masa paceklik.
Sebanyak 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) akan menerima bantuan beras 10 kilogram setiap bulan selama tiga bulan. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), usai Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Jakarta, Selasa 9 Juni 2026.
Menurut Zulhas, langkah ini merupakan arahan langsung Presiden untuk memastikan harga sembako tetap terkendali. Sehingga tidak menambah beban masyarakat di tengah tantangan musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
"Masuk musim kemarau nanti dan juga melihat perkembangan yang terakhir agar harga-harga sembako tidak naik dalam situasi apa pun. Arahan Bapak Presiden, tidak boleh membuat masyarakat jadi susah, oleh karena itu bantuan beras atau bantuan pangan kita tambah tiga bulan," kata Zulhas.
Program bantuan tersebut dijadwalkan mulai disalurkan pada Juli 2026. Pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi pangan pada Agustus dan September, terutama saat memasuki masa paceklik yang berpotensi memengaruhi harga bahan pokok.
Setiap keluarga penerima akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Dengan jumlah penerima mencapai 33,2 juta keluarga, kebutuhan beras untuk program ini diperkirakan mencapai sekitar 1 juta ton.
Zulhas mengatakan proses penyaluran bantuan akan dilakukan oleh Kementerian Sosial agar bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan. "Yang Juli harus, berarti lebih kurang 1 juta ton," ujarnya.
Meski membutuhkan stok beras dalam jumlah besar, pemerintah memastikan program tersebut tidak akan mengganggu cadangan beras nasional. Saat ini, stok beras pemerintah tercatat mencapai 5,2 juta ton.
Menurut Zulhas, setelah digunakan untuk program bantuan pangan, cadangan beras pemerintah masih berada pada level yang aman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri. "Jadi kalau stok kita 5,2 juta ton akan berkurang sekitar 1 juta ton," katanya.
Pemerintah berharap tambahan bantuan pangan beras ini dapat menjadi bantalan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan selama musim kemarau dan periode paceklik yang akan datang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....