BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat Masih Mengancam 22 Wilayah Indonesia

  • 18 Jun 2026 12:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Musim kemarau mulai meluas, BMKG tetap mengingatkan, potensi hujan lebat masih terjadi di sejumlah daerah hingga 19 Juni 2026.
  • Dalam laporan peringatan dini cuaca periode 17-19 Juni 2026, BMKG mencatat, sebanyak 22 wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat. Sebagian besar daerah yang terdampak berada di Pulau Sumatra.
  • Meski demikian, hujan masih tetap berpeluang terjadi. Karena dinamika atmosfer regional dan faktor lokal masih dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah

RRI.CO.ID, Jakarta - Musim kemarau mulai meluas, BMKG tetap mengingatkan, potensi hujan lebat masih terjadi di sejumlah daerah hingga 19 Juni 2026. BMKG mengeluarkan peringatan dini, terkait potensi hujan lebat yang masih berpeluang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam laporan peringatan dini cuaca periode 17-19 Juni 2026, BMKG mencatat, sebanyak 22 wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat. Sebagian besar daerah yang terdampak berada di Pulau Sumatra.

BMKG menjelaskan, musim kemarau memang mulai meluas di Indonesia. Namun, kondisi atmosfer yang masih dinamis membuat peluang terbentuknya awan hujan tetap cukup tinggi di sejumlah wilayah.

"Meski demikian, hujan masih tetap berpeluang terjadi. Karena dinamika atmosfer regional dan faktor lokal masih dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah," kata BMKG dalam laporan Potensi Hujan Indonesia Periode 12-18 Juni 2026, Kamis, 18 Juni 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan hingga akhir Mei 2026, sekitar 28,6 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Persentase tersebut diperkirakan terus bertambah sepanjang Juni seiring berkurangnya curah hujan di berbagai daerah.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa musim kemarau tidak selalu identik dengan cuaca kering tanpa hujan. Faktor atmosfer regional maupun lokal masih berperan besar dalam memicu pembentukan awan hujan.

BMKG juga mengungkapkan adanya sejumlah fenomena iklim global yang turut memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Salah satunya adalah El Niño Southern Oscillation (ENSO) yang saat ini menunjukkan kecenderungan menuju fase hangat.

Kondisi tersebut ditandai dengan nilai indeks Niño 3.4 sebesar +0,81. Sementara itu, Southern Oscillation Index (SOI) tercatat berada di angka -22,3.

Selain ENSO, BMKG juga memantau aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase 8 hingga fase 1. Meski pengaruh langsungnya terhadap Indonesia relatif tidak dominan, fenomena ini masih dapat memengaruhi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.

Beberapa daerah yang berpotensi terdampak aktivitas MJO meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, hingga Maluku Utara. Wilayah-wilayah tersebut diminta tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

BMKG juga mencatat adanya aktivitas Gelombang Kelvin yang bergerak melintasi sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini diperkirakan memengaruhi sebagian Aceh, Sumatra Utara, Jawa, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di sejumlah wilayah lain. Daerah yang berpotensi terdampak meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Utara.

Kehadiran berbagai fenomena atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan meskipun Indonesia sedang berada dalam periode transisi menuju musim kemarau. Karena itu, masyarakat di wilayah rawan cuaca ekstrem diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi potensi hujan lebat yang dapat memicu genangan, banjir lokal, maupun gangguan aktivitas sehari-hari.

Melansir laman BMKG, berikut daftar wilayah berpotensi hujan pada Kamis, 18 Juni 2026:

  1. Aceh
  2. Sumatra Utara
  3. Sumatra Barat
  4. Riau
  5. Kepulauan Riau
  6. Sumatra Selatan
  7. Kepulauan Bangka Belitung
  8. Bengkulu
  9. Banten
  10. Kalimantan Barat
  11. Kalimantan Tengah
  12. Kalimantan Timur
  13. Kalimantan Utara
  14. Sulawesi Utara
  15. Gorontalo
  16. Sulawesi Tengah
  17. Sulawesi Barat
  18. Sulawesi Selatan
  19. Maluku Utara
  20. Maluku
  21. Papua Barat Daya
  22. Papua.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....