Mensos: Siswa Sekolah Rakyat Kini Lebih Sehat dan Percaya Diri
- 18 Jun 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mensos Saifullah Yusuf menyebut Sekolah Rakyat menunjukkan hasil positif setelah hampir 11 bulan berjalan
- Siswa mengalami peningkatan prestasi di bidang sains, bahasa, sosial, olahraga, dan seni
- Perubahan paling menonjol terlihat pada kondisi fisik dan mental siswa yang lebih sehat, disiplin, dan percaya diri
- Orang tua siswa melaporkan perubahan perilaku positif, termasuk lebih rajin membantu keluarga dan beribadah
- Kemensos telah menjangkau lebih dari 42 ribu calon siswa Sekolah Rakyat, melampaui kapasitas awal 32.640 kursi
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf mengatakan pelaksanaan Sekolah Rakyat selama hampir 11 bulan menunjukkan hasil yang positif. Selain mengalami peningkatan kemampuan akademik, para siswa juga dinilai mengalami perkembangan dari sisi kesehatan, kedisiplinan, dan karakter.
Saifullah Yusuf mengatakan dirinya bersama Wakil Menteri Sosial telah mengunjungi berbagai daerah untuk melihat perkembangan program tersebut. Hasil pemantauan menunjukkan proses pembelajaran berjalan dengan baik di sejumlah Sekolah Rakyat.
"Saya dan Pak Wamen sudah keliling ke berbagai daerah untuk melihat perjalanan 11 bulan pembelajaran Sekolah Rakyat. Secara umum telah berjalan dengan baik dan siswa-siswanya sebagian sudah bisa berprestasi, baik di bidang sains, bahasa, sosial, olahraga, maupun seni," kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Rabu 17 Juni 2026.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, perubahan paling terlihat terjadi pada kondisi fisik dan mental para siswa. Mereka dinilai lebih sehat, disiplin, serta memiliki rasa percaya diri yang lebih baik dibanding sebelumnya.
"Secara fisik siswa-siswa Sekolah Rakyat sekarang jauh lebih bugar, lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri dan yakin terhadap masa depannya. Ini adalah hal-hal yang patut kita syukuri bersama," ucapnya.
Gus Ipul mengatakan pihaknya juga memperoleh masukan langsung dari para orang tua siswa. Mayoritas orang tua mengaku melihat perubahan positif pada perilaku anak-anak mereka setelah mengikuti program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, para siswa kini lebih tenang saat berada di rumah dan lebih aktif membantu orang tua. Selain itu, mereka juga dinilai lebih rajin beribadah serta memiliki karakter yang lebih baik.
Sebagai informasi, Kemensos mencatat jumlah calon siswa Sekolah Rakyat yang telah dijangkau hingga awal Juni 2026 mencapai lebih dari 42 ribu anak. Angka tersebut melampaui kapasitas awal yang disiapkan pemerintah sebanyak 32.640 kursi siswa di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga tengah menyiapkan pengoperasian 93 Sekolah Rakyat permanen pada tahun ajaran 2026/2027. Dari jumlah tersebut, 69 sekolah ditargetkan rampung sepenuhnya pada Juni 2026, sementara sisanya beroperasi sebagai sekolah fungsional yang telah memiliki fasilitas utama pembelajaran dan asrama.
Kemensos juga berencana membuka kesempatan kepada masyarakat untuk melihat langsung aktivitas pembelajaran di Sekolah Rakyat. Program tersebut akan dilakukan melalui kegiatan Open House Sekolah Rakyat yang dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026.
"Kami mengundang para tokoh nasional dan daerah, penggiat pendidikan, organisasi masyarakat, pemuda, dan aktivis perempuan untuk melihat secara langsung kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat. Kegiatan open house akan kami laksanakan pada bulan Juli dan Agustus yang akan datang," ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat mengenal lebih dekat proses pembelajaran di Sekolah Rakyat. Program ini juga diharapkan memperkuat dukungan publik terhadap upaya peningkatan akses pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....