Kementan: Indonesia Sukses Swasembada Kambing dan Domba
- 16 Jun 2026 13:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bila saat ini Indonesia telah sukses swasembada domba dan kambing
- Tercermin dari impor daging domba dan kambing saat ini tercatat dibawah angka 10 persen.
RRI.CO.ID, Tangerang - Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bila saat ini Indonesia telah sukses swasembada domba dan kambing. Pernyataan itu dilayangkan dalam acara Indo Livestock Expo & Forum di NICE PIK2, Kabupaten Tangerang, Selasa 16 Juni 2026.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda mengaku hal tersebut tercermin dari impor daging domba dan kambing. Jumlahnya saat ini tercatat di bawah angka 10 persen.
“Saat ini Indonesia bisa kita declare kita sudah swasembada daging domba dan kambing. Kenapa? Karena impor kita sudah berada di bawah 10 peesen dari kebutuhan nasional, bahkan kita terus kurangi,” ujarnya.
Kendati demikian, Agung mengaku selama enam bulan di 2026 ini, pemerintah masih membuka impor daging domba dan kambing. Syaratnya yang memiliki kualitas premium dengan jumlah di bawah 10 persen dari kebutuhan nasional.
“Jadi Indonesia disamping sudah swasembada daging ayam dan telur, kita juga sekarang sudah swasembada untuk domba dan kambing. Kita sedang mendorong ekspor dan teman-teman nanti akan menyaksikan bagaimana para pengusaha kita di Indonesia sudah melakukan butchering system sehingga daging domba/kambing jenis apapun bisa dihasilkan di dalam negeri,” ucapnya.
Agung merinci saat ini jumlah populasi domba nasional berada di angka kurang lebih 9,15 juta ekor. Sementara jumlah populasi kambing nasional tercatat di angka sekitar 15 juta ekor.
Bahkan, lanjutnya, pemerintah telah menggunakan daging domba dan kambing dari dalam negeri untuk keperluan ibadah haji masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu. “Karena populasi domba kambing kita cukup melimpah bahkan saat ini harganya juga relatif murah dibandingkan dengan kondisi-kondisi jauh di beberapa tahun yang lalu,” kata dia.
Dalam kesempatan itupula, Agung menuturkan, pada ajang ini digelar kontes ternak dan seni ketangkasan domba garut secara indoor untuk pertama kalinya. Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan Indolivestock Expo & Forum tahun ini.
Menurutnya, pelaksanaan kontes dan seni ketangkasan domba garut yang selama ini identik digelar diruang terbuka ternyata memberikan pengalaman berbeda ketika dilaksanakan didalam ruangan. Selain lebih nyaman bagi peserta dan pengunjung, kondisi indoor juga dinilai lebih baik bagi ternak yang mengikuti perlombaan.
"Pelaksanaan di dalam ruangan ternyata lebih nyaman, tidak hanya bagi peternak dan pengunjung, tetapi juga bagi ternak domba yang menjadi peserta. Acara ini juga menghadirkan berbagai jenis ternak unggulan lainnya," ujar Agung.
Pengunjung dapat melihat kambing perah seperti Saanen dan beberapa jenis ternak sapi yang turut dipamerkan selama acara berlangsung. Seni ketangkasan domba garut merupakan warisan budaya yang telah berkembang sejak lama dan tetap bertahan hingga saat ini karena memiliki nilai tradisi yang kuat di tengah masyarakat.
Lebih jauh, penyelenggaraan ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada para peternak domba dan kambing di Indonesia. Melalui ajang ini, hasil pemeliharaan dan pembinaan ternak yang dilakukan peternak dapat ditampilkan, dinilai, sekaligus mendapatkan pengakuan yang lebih luas.
"Selain menjadi sarana edukasi dan promosi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi ternak domba dan kambing. Serta memotivasi peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya," ucapnya.
Sementara, Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), Yudi Guntara Noor menjelaskan acara ini terdiri dari dua agenda utama. Yakni kontes domba dan seni ketangkasan domba garut.
Dalam kontes ternak, peserta dibagi ke dalam sejumlah kategori, antara lain Raja Kasep, Raja Pedet, Raja Daging, Raja Daging Introduksi, serta beberapa kategori lainnya. Domba yang mengikuti kontes umumnya berusia antara satu hingga dua tahun.
Adapun pada lomba seni ketangkasan, penilaian dilakukan melalui kombinasi aktivitas domba di arena dengan berbagai aspek penilaian. Seperti kesehatan, keserasian tubuh, teknik pukulan, teknik bertanding, hingga keberanian.
Ini semua langsung dinilai oleh dewan juri. Domba yang mengikuti kategori ini merupakan domba berusia tiga tahun hingga dewasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....