ESDM Fokuskan Anggaran 2027 untuk Program Pro Rakyat
- 16 Jun 2026 16:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian ESDM mengalokasikan 82 persen atau sekitar Rp22,48 triliun dari pagu indikatif 2027 sebesar Rp27,33 triliun untuk program yang langsung menyentuh masyarakat
- Program prioritas meliputi jaringan gas kota (jargas), listrik desa (lisdes), bantuan pasang baru listrik (BPBL), converter kit petani, serta pembangunan infrastruktur pipa gas nasional
- Pengembangan energi baru terbarukan juga mendapat dukungan anggaran, termasuk motor listrik Rp635,2 miliar, kompor listrik Rp815,6 miliar, dan PLTMH Rp58,58 miliar
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian ESDM mengarahkan anggaran 2027 untuk program yang langsung dirasakan masyarakat. Fokus utama diarahkan pada pelayanan energi nasional.
Sebesar 82 persen anggaran dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur energi. Nilai tersebut mencapai sekitar Rp22,48 triliun dari total pagu.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan mayoritas anggaran menyentuh masyarakat. Hanya sebagian kecil digunakan untuk operasional kementerian.
"Sebanyak 13 persen anggaran untuk operasional kementerian. Sisanya kami fokuskan untuk program masyarakat," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Program prioritas meliputi jaringan gas kota dan listrik desa. Pemerintah juga menyiapkan bantuan pasang baru listrik.
Alokasi besar juga diberikan untuk program listrik desa nasional. Program ini mencapai nilai hampir Rp9,746 triliun.
Pemerintah turut memperkuat distribusi gas melalui pembangunan pipa. Proyek ini menghubungkan wilayah Sumatera hingga Jawa.
Selain itu, program konverter kit untuk petani terus dilanjutkan. Anggaran dialokasikan untuk mendukung efisiensi energi.
"Sebanyak 80 persen anggaran dialokasikan untuk rakyat melalui berbagai program. Termasuk konverter kit, gas, dan listrik desa," kata Bahlil.
Pemerintah juga membangun jaringan gas rumah tangga. Program ini bertujuan memperluas akses energi bersih.
Infrastruktur pipa gas Semarang-Solo dan Cirebon-Bandung juga dilanjutkan. Proyek ini menggunakan skema multiyears.
Kementerian ESDM turut mendorong energi baru terbarukan. Program motor listrik dan kompor listrik terus dikembangkan.
Bahlil menegaskan diversifikasi energi terus dilakukan pemerintah. Tujuannya mengurangi ketergantungan pada LPG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....