Presiden Jerman Terkesan Harmoni Istiqlal dan Katedral

  • 15 Jun 2026 22:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier bersama istrinya mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Senin, 15 Juni 2026.
  • Presiden Jerman sangat terkesan dengan suasana yang ada.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier bersama istrinya mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Senin, 15 Juni 2026. Kunjungan dilakukan usai menghadiri agenda kenegaraan di Istana Kepresidenan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, rombongan langsung menuju lantai dua Istiqlal. Mereka kemudian menelusuri Terowongan Silaturahim menuju Katedral.

Di Katedral, rombongan diterima Kardinal Ignatius Suharyo. Mereka mendapat penjelasan mengenai sejarah dan makna hubungan kedua rumah ibadah.

“Kami mendengar suara bedug dari arah Istiqlal. Saat mendekati Katedral, terdengar lonceng yang berpadu harmonis,” kata Nasaruddin.

Menurut Menag, tamu kehormatan tersebut sangat terkesan dengan suasana yang ada. Mereka melihat persahabatan antarumat beragama terwujud secara nyata.

Ornamen di sepanjang Terowongan Silaturahim juga menarik perhatian rombongan Presiden Jerman. Kehadiran simbol-simbol persaudaraan dinilai memperkuat pesan toleransi.

“Mereka sangat terharu melihat dua rumah ibadah berdiri bersahabat. Presiden dan istrinya mengaku sangat puas berkunjung ke sini,” kata Menag.

Sementara itu, Kardinal Ignatius Suharyo mengatakan, kedekatan Istiqlal dan Katedral memiliki makna simbolik. Gagasan tersebut sudah ada sejak masa Presiden Soekarno.

Menurut Suharyo, Soekarno memilih lokasi Istiqlal untuk menghapus simbol kolonialisme. Nama Istiqlal sendiri berarti kemerdekaan dan kebebasan.

“Alasan lainnya adalah membangun simbol hidup berdampingan. Relasi antara Istiqlal dan Katedral terus dipelihara hingga sekarang,” kata Suharyo.

Ia menilai kedua bangunan menjadi lambang persatuan bangsa Indonesia. Karena itu, tamu negara kerap diajak mengunjungi kedua tempat tersebut.

Kunjungan Presiden Jerman dinilai memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa toleran. Keharmonisan Istiqlal dan Katedral menjadi contoh hidup berdampingan dalam keberagaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....