Kunjungi RI, Ketahui Kisah Cinta Presiden Jerman yang Donorkan Ginjal untuk Istri

  • 16 Jun 2026 12:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier kunjungi Indonesia bersama istrinya, Elke Büdenbender.
  • Steinmeier pernah mendonorkan satu ginjalnya untuk menyelamatkan sang istri pada 2010.
  • Kisah cinta dan pengorbanan Steinmeier menjadi inspirasi di balik agenda diplomasi Indonesia-Jerman.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kunjungan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia, Senin, 15 Juni 2026, tidak hanya menghadirkan agenda diplomasi dan kerja sama bilateral. Di balik sosok kepala negara yang bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka itu, tersimpan kisah cinta yang pernah mengharukan publik Jerman.

Steinmeier datang ke Indonesia didampingi istrinya, Elke Büdenbender. Kehadiran pasangan tersebut mengingatkan kembali pada peristiwa yang terjadi lebih dari satu dekade lalu, ketika Steinmeier mengambil keputusan besar demi menyelamatkan nyawa sang istri.

Jauh sebelum menjabat Presiden Jerman pada 2017, Steinmeier dikenal sebagai salah satu politikus paling berpengaruh di negaranya. Saat itu, ia tengah berada di puncak karier politik sebagai pemimpin oposisi dan mantan Menteri Luar Negeri Jerman.

Namun pada Agustus 2010, Steinmeier secara mengejutkan mengumumkan akan meninggalkan sementara aktivitas politiknya. Keputusan tersebut bukan karena urusan pemerintahan, melainkan karena kondisi kesehatan istrinya yang memburuk.

Elke Büdenbender, yang berprofesi sebagai hakim, mengalami gagal ginjal kritis pada usia 48 tahun. Setelah berbagai upaya pengobatan dilakukan, dokter menyimpulkan transplantasi ginjal menjadi pilihan terbaik untuk menyelamatkan hidupnya.

Saat itu, masa tunggu donor ginjal di Jerman dapat mencapai enam tahun. Steinmeier kemudian menjalani pemeriksaan medis dan diketahui memiliki kecocokan sebagai donor bagi sang istri.

"Saya yang akan menjadi donor organnya," ujar politikus yang saat itu berusia 54 tahun tersebut. Keputusan itu membuat banyak warga Jerman tersentuh, termasuk para jurnalis yang hadir saat ia mengumumkannya kepada publik.

Operasi transplantasi dilakukan pada 24 Agustus 2010 dan berlangsung sukses. Setelah menjalani masa pemulihan, Steinmeier kembali aktif di dunia politik pada Oktober tahun yang sama.

Pengorbanan tersebut tidak hanya menyelamatkan kesehatan Elke, tetapi juga semakin mempererat hubungan keduanya. Bertahun-tahun kemudian, Steinmeier terpilih menjadi Presiden Jerman dan terus didampingi sang istri dalam berbagai agenda kenegaraan.

Kisah itu kembali terlihat dalam lawatannya ke Indonesia. Saat tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma hingga menghadiri berbagai agenda di Jakarta, Steinmeier tampak selalu bersama Elke Büdenbender.

Cinta Steinmeier kepada istrinya juga kembali terlihat saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Demi melindungi Elke yang hidup dengan satu ginjal donor, ia memilih mengisolasi diri di ruang terpisah agar tidak membawa risiko penularan ke rumah.

Bagi banyak warga Jerman, kisah pasangan yang telah dikaruniai seorang putri tersebut menjadi simbol kesetiaan dan pengorbanan. Bukan hanya melalui kata-kata, tetapi lewat tindakan nyata yang pernah mempertaruhkan kesehatan dan masa depan demi orang yang dicintai.

Di tengah agenda diplomasi dan pembahasan kerja sama strategis Indonesia-Jerman, kisah Steinmeier dan Elke menjadi pengingat bahwa di balik jabatan tinggi seorang kepala negara, ada pula cerita kemanusiaan yang menyentuh dan menginspirasi banyak orang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....