Kemenperin Percepat Tranformasi Digital Sektor Manufaktur

  • 15 Jun 2026 16:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenperin mempercepat transformasi digital industri manufaktur melalui program pendampingan PIDI 4.0.
  • Jumlah perusahaan yang mendapat pendampingan PIDI 4.0 sejak 2023 mencapai 15 perusahaan.
  • PT DIC Astra Chemical dan PT Garuda Metal Utama menjadi penerima pendampingan transformasi digital 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi digital sektor manufaktur nasional. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Upaya tersebut dijalankan melalui berbagai program pendampingan implementasi Industri 4.0 yang terintegrasi melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri berbasis teknologi digital.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan transformasi digital merupakan kebutuhan mendesak bagi industri nasional. Menurutnya, adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan lanskap bisnis global menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri manufaktur Indonesia.

“Transformasi digital menjadi salah satu kunci bagi industri manufaktur Indonesia untuk meningkatkan daya saing. Upaya ini juga dilakukan untuk memperkuat posisinya dalam rantai pasok global,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menggelar Kick Off Meeting Pendampingan Transformasi Digital 2026 untuk sektor manufaktur multi sektor. Program ini difokuskan pada penyusunan strategi transformasi digital perusahaan melalui pendampingan yang komprehensif.

Pendampingan dilakukan mulai dari penilaian tingkat kesiapan digital menggunakan Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Selain itu juga dilakukan identifikasi area prioritas perbaikan, hingga penyusunan roadmap transformasi digital yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menyebut penerapan lima pilar INDI 4.0 konsisten membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing produk. Pendampingan juga diarahkan untuk memperkuat aspek manajemen, organisasi, teknologi, hingga operasional perusahaan.

“Pendampingan penyusunan roadmap transformasi digital diarahkan untuk memperkuat aspek manajemen, organisasi, teknologi, hingga operasional perusahaan. Dengan demikian, industri dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing secara berkelanjutan,” ujar Doddy.

Pada 2026, Kemenperin menetapkan dua perusahaan sebagai penerima fasilitasi pendampingan transformasi digital. Kedua perusahaan tersebut adalah PT DIC Astra Chemical dan PT Garuda Metal Utama.

Dengan penambahan tersebut, jumlah perusahaan yang telah mendapatkan pendampingan transformasi digital melalui PIDI 4.0 sejak 2023 mencapai 15 perusahaan dari berbagai subsektor manufaktur.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Ronggolawe Sahuri, berharap hasil pendampingan tidak berhenti pada penyusunan roadmap. Ia mendorong keberlanjutan program hingga tahap implementasi proyek transformasi digital yang berdampak nyata terhadap peningkatan kinerja dan efisiensi operasional.

Kemenperin optimistis penguatan peran PIDI 4.0 akan mendorong semakin banyak perusahaan manufaktur mengadopsi teknologi Industri 4.0. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....