Kemenperin Perkuat Industri Perhiasan, Ekspor Tembus USD9,1 Miliar

  • 15 Jun 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemenperin dorong pengembangan industri perhiasan sebagai sektor bernilai tambah tinggi dan penopang ekspor.
  • Menperin Agus menyebut ekspor perhiasan 2025 capai USD 9,1 miliar, naik 64,73 persen.
  • Daya saing global meningkat, industri berperan sebagai penghasil devisa, pelestari budaya, dan pencipta lapangan kerja.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat pengembangan industri perhiasan nasional sebagai sektor bernilai tambah tinggi dan penopang ekspor. Salah satu langkahnya adalah mendukung Bandung Jewellery Fair 2026 sebagai ajang promosi, inovasi, dan perluasan jaringan bisnis global.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, industri perhiasan berperan sebagai penghasil devisa. Sepanjang 2025, ekspor perhiasan mencapai USD 9,1 miliar atau naik 64,73 persen.

Hal ini, menurutnya, menandakan daya saing global yang semakin kuat. “(Industri ini -red) menjadi wadah pelestarian produk bernilai budaya serta penciptaan lapangan kerja yang tersebar di berbagai daerah,” ujar Menperin, dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya peningkatan kualitas, inovasi, keberlanjutan usaha, serta kemampuan industri merespons tren pasar global. “Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri perhiasan Indonesia memiliki prospek yang sangat baik,” katanya.

Meski prospeknya cerah, industri ini masih menghadapi tantangan. Contohnya, ketidakpastian global, fluktuasi bahan baku, dan tuntutan digitalisasi.

Karena itu, pemerintah mendorong penguatan ekosistem industry. Termasuk percepatan transformasi digital dan penerapan Industri 4.0 guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan respons terhadap pasar.

Sementara itu, Direktur Industri Aneka, Reny Meilany menambahkan, pameran BJF 2026 menghadirkan berbagai produk perhiasan dan industri pendukung. Mulai dari perhiasan emas, perak, mutiara, berlian, batu alam, hingga berbagai kerajinan bernilai tinggi.

Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya ide, inovasi, serta peluang kerja sama industri perhiasan Indonesia. Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang melakukan transformasi serupa guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produknya,” kata Reni.

Menurutnya, penyelenggaraan pameran merupakan instrumen penting dalam memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional. Ini karena pameran memberikan ruang untuk memperkenalkan produk, menjalin kemitraan, memahami tren, sekaligus membuka peluang transaksi dan investasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....