Sepakat Akhiri Perang, DPR Ingatkan Israel Tidak Rusak Perjanjian Damai Iran-AS
- 15 Jun 2026 11:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh merespons, kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan yang dicapai pada Senin, 15 Juni 2026, menandai berakhirnya blokade militer Amerika Serikat
- Israel yang menjadi sekutu Amerika juga tidak boleh menyerang Iran, langkah dan taktik Israel harus diwaspadai.
- Amerika Serikat dan Iran harus sama-sama berkomitmen menjaga perdamaian, tidak boleh ada lagi peperangan di antara kedua negara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh merespons, kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah. Kesepakatan yang dicapai pada Senin, 15 Juni 2026, menandai berakhirnya blokade militer Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Politikus PKB ini menegaskan, sekutu AS yakni Israel diminta menghormati kesepakatan Negeri Paman Sam dengan Iran. Ia menekankan, Israel agar tidak merusak perjanjian antara AS dengan Iran.
“Israel yang menjadi sekutu Amerika juga tidak boleh menyerang Iran, langkah dan taktik Israel harus diwaspadai. Jangan sampai Israel merusak perjanjian damai itu dengan melakukan serangan lagi ke wilayah Iran,” kata Soleh dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.
Soleh menekankan, seluruh pihak harus mendukung penuh kesepakatan penghentian perang tersebut. Semua itu, demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
“Amerika Serikat dan Iran harus sama-sama berkomitmen menjaga perdamaian, tidak boleh ada lagi peperangan di antara kedua negara. Kesepakatan damai ini harus dihormati dan dijaga oleh semua pihak,” ucap Soleh.
Soleh pun menyinggung, kebiasaan Israel yang kerap mengingkari berbagai kesepakatan yang telah dibuat. Karena itu, pengawasan terhadap implementasi perjanjian damai harus dilakukan secara serius oleh komunitas internasional.
“Jika dalam masa damai ini Israel ternyata melakukan serangan, maka Amerika Serikat dan PBB harus bertindak tegas. Memberikan sanksi kepada Israel, tidak boleh ada negara mana pun yang merusak perjanjian damai," ujar Soleh.
Tidak hanya itu, Soleh meminta, Pemerintah Indonesia mendukung penuh upaya perdamaian tersebut. Hal ini, sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga ketertiban dan perdamaian dunia.
Soleh juga berharap, kesepakatan damai antara AS dan Iran dapat memberikan dampak positif bagi kondisi global. Khususnya, terhadap stabilitas ekonomi dunia.
“Perjanjian damai ini diharapkan membawa dampak positif bagi dunia internasional, dengan situasi yang lebih kondusif. Harga minyak dunia dapat kembali stabil, begitu juga harga berbagai kebutuhan pokok dan barang-barang lainnya," kata Soleh.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dapat ditandatangani beberapa hari ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran pada Jumat, 12 Juni 2026, dilansir dari Xinhua.
Araghchi mengatakan, proses finalisasi dokumen masih berlangsung. MoU tersebut akan ditandatangani secara digital oleh kedua pihak di negara masing-masing sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.
Menurutnya, MoU ini menjadi tahap awal menuju kesepakatan yang lebih luas antara Teheran dan Washington. Setelah penandatanganan, kedua pihak akan berkomitmen untuk tidak memulai konflik baru dan melanjutkan perundingan tahap berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....