Aliran Modal Asing Mulai Masuk, IHSG Diperkirakan Lanjutkan Penguatan
- 15 Jun 2026 07:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- "IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan ke level 6.060. Tapi hati-hati jika IHSG tembus di 6.000," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman
- Sentimen pasar, tambah Fanny, masih akan dipengaruhi oleh harapan harapan tercapainya kesepakatan damai AS dan Iran
- Di dalam negeri, koreksi harga minyak dunia akan menjadi faktor positif bagi domestik. Karena dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan melanjutkan penguatan hari ini. Setelah ditutup naik tajam 2,07 persen pada akhir pekan kemarin, ke level 6.007,66.
Penguatn IHSG disertai dengan net buy (beli bersih) investor asing Rp287,77 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, DSSA, TPIA, AMMN, dan BRMS.
"IHSG hari ini berpotensi melanjutkan penguatan ke level 6.060. Tapi hati-hati jika IHSG tembus di 6.000," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Senin, 15 Juni 2026.
Ia memperkirakan level support IHSG hari ini akan bergerak.di rentang 5.960-5.900. Sedangkan level resistansi akan bergerak di rentang 6.060-6.150.
Sentimen pasar, tambah Fanny, masih akan dipengaruhi oleh harapan harapan tercapainya kesepakatan damai AS dan Iran. Media pemerintah Iran melaporkan sejumlah komitmen AS dalam rancangan nota kesepahaman antara AS dan Iran.
Komitmen AS tersebut mencakup pencabutan sanksi minyak terhadap Iran. Di sisi lain, Iran berkomitmen untuk membuka kembali Selat Hormuz.
"Menurut laporan yang beredar, kesepakatan damai kemungkinan ditandatangani di Swiss paling cepat hari Minggu ( Senin waktu Indoenesia)," ucap Fanny. Prospek perdamaian AS-Iran diharapkan akan menurunkan harga minyak dunia.
Menurut Tim Analis BuPhintraco Sekuritas harga minyak mulai turun di bawah level USD90 per barel akhir pekan kemarin. "Pasar juga akan kebijakan suku bunga the Fed dalam pertemuan pertama, sejak Kevin Warsh menjadi ketua baru," ujarnya.
Sedangkan di dalam negeri, koreksi harga minyak dunia akan menjadi faktor positif bagi domestik. Karena dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN.
Selain itu adanya harapan efisiensi anggaran MBG serta diturunkannya target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50 persen. Pasar juga akan mencermati hasil Rapat bulanan Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia untuk bulan Juni 2026.
"Menurut konsensus, BI akan menaikkan kembali BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," kata Tim Phintraco. Sebelumnya, pada 9 Juni 2026, BI sudah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....