Taruna Ikrar Dorong Sinergi Kampus, Industri, dan Pemerintah Cetak SDM Unggul
- 15 Jun 2026 07:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya membangun SDM unggul sebagai fondasi utama kemajuan industri kesehatan, pangan, dan ekonomi nasional.
- Taruna Ikrar menekankan bahwa masa depan Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam.
- Rektor UHW Perbanas Surabaya, Lutfi, menyebut kehadiran Taruna Ikrar menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan berinovasi.
RRI.CO.ID, Surabaya - Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi utama kemajuan industri kesehatan, pangan, dan ekonomi nasional. Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung di kampus tersebut dihadiri Rektor UHW Perbanas Surabaya, Lutfi, bersama jajaran pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta mitra strategis dari berbagai sektor. Dalam kunjungan tersebut, Taruna Ikrar juga didampingi sejumlah pejabat BPOM RI dan jajaran Balai Besar POM di Surabaya.
Sejak awal acara, auditorium dipenuhi antusiasme peserta yang ingin mendengar langsung pandangan Taruna Ikrar. Mengingat, Taruna dikenal memiliki kiprah internasional di bidang farmakologi, neurosains, terapi sel dan gen, serta kebijakan kesehatan modern.
Dalam paparannya, Taruna Ikrar menekankan bahwa masa depan Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam. Melainkan pada kualitas SDM yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.
“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus diubah menjadi bonus produktivitas. Kuncinya adalah pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, dan kolaborasi yang kuat antara akademisi, dunia usaha, serta pemerintah,” ujarnya, dikutip Senin 15 Juni 2026.
Menurutnya, sektor kesehatan, farmasi, pangan, kosmetik, obat bahan alam, bioteknologi, dan ekonomi digital akan menjadi sektor strategis yang menentukan daya saing Indonesia di masa depan. Karena itu, mahasiswa perlu membangun kompetensi multidisiplin, kemampuan berpikir kritis, penguasaan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), serta semangat inovasi.
Pada kesempatan tersebut, Taruna Ikrar juga mendorong implementasi konsep ABG (Academic, Business, Government) melalui kerja sama strategis. Yakni, antara Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, PT Harsen Laboratories, dan PT Nose Herbal Indo.
Kolaborasi itu mencakup pengembangan penelitian bersama, program magang industri, peningkatan kompetensi mahasiswa, pengembangan produk inovatif. Hingga peluang komersialisasi hasil riset kampus yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan industri.
Managing Director PT Harsen Laboratories, Elsyeida Napitupulu, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah merupakan kunci membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan.
“Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang kolaborasi seperti ini. Kampus menghasilkan talenta dan inovasi, industri menghadirkan pengalaman serta kebutuhan pasar, sementara pemerintah menciptakan regulasi yang mendukung,” katanya.
Hal senada disampaikan Co-Founder PT Nose Herbal Indo, Kim. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kesehatan dan produk berbasis herbal berkat kekayaan biodiversitas yang dimiliki.
Sementara itu, Rektor UHW Perbanas Surabaya, Lutfi, menyebut kehadiran Taruna Ikrar menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan berinovasi.
“Kehadiran Prof. Taruna Ikrar memberikan inspirasi besar bagi mahasiswa kami. Beliau membuktikan bahwa ilmu pengetahuan, integritas, dan kerja keras dapat mengantarkan anak bangsa menjadi tokoh yang diperhitungkan di dunia internasional,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara kampus, industri, dan pemerintah dalam mempersiapkan generasi masa depan Indonesia. Melalui implementasi konsep ABG, Taruna Ikrar optimistis Indonesia mampu melahirkan lebih banyak inovator, ilmuwan, profesional, dan wirausahawan yang akan menjadi motor penggerak industri kesehatan, pangan, dan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....