Wamendikdasmen: Seni Bantu Anak Mengenal Diri dan Dunia
- 14 Jun 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menilai seni memiliki peran penting dalam mendukung proses pendidikan yang utuh sejak usia dini
- Melalui seni, anak-anak dapat mengembangkan kreativitas sekaligus belajar mengenal diri dan lingkungan sekitarnya
- Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menilai seni memiliki peran penting dalam mendukung proses pendidikan yang utuh sejak usia dini. Melalui seni, anak-anak dapat mengembangkan kreativitas sekaligus belajar mengenal diri dan lingkungan sekitarnya.
“Ketika anak-anak sejak usia dini dikenalkan dengan dunia seni, itu merupakan bagian dari upaya mengasah pengalaman estetis. Dengan cara itu, kita mengajarkan kepada anak-anak bagaimana sesungguhnya menjadi manusia,” kata Fajar, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek intelektual. Tetapi juga perlu memberikan ruang bagi perkembangan imajinasi, kreativitas, dan ekspresi diri anak secara menyeluruh.
Fajar mencontohkan pameran seni yang mempertemukan karya seniman dewasa tentang anak dengan karya anak-anak tentang dunianya. Ini sebagai bentuk ruang kebudayaan yang mendukung tumbuh kembang anak secara holistik.
Ia menilai seni dapat menjadi sarana bagi anak untuk mengekspresikan pengalaman, perasaan, dan pandangannya terhadap kehidupan sehari-hari. “Seni menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan suasana kebatinannya, ini juga bagian dari upaya membangun kesejahteraan psikologis sejak usia dini,” ujarnya.
Menurut Fajar, karya seni anak bukan sekadar menunjukkan kemampuan melukis, tetapi juga mencerminkan cara mereka memandang diri sendiri, lingkungan, dan dunia yang mereka alami. Selain itu, pertemuan antara karya seniman dewasa dan karya anak-anak dinilai dapat menciptakan dialog imajinatif yang memperkaya perspektif kedua belah pihak.
“Perjumpaan imajinasi antara orang dewasa dan anak dapat melahirkan berbagai gagasan. Serta karya kreatif yang bernilai positif bagi perkembangan pendidikan dan kebudayaan,” ucapnya.
Fajar berharap kegiatan seni dan budaya terus mendapat ruang dalam proses pendidikan agar anak-anak dapat tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik. Tetapi juga kreatif, berempati, dan memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....