Diperingati Setiap 14 Juni, Ketahui Sejarah Hari Donor Darah Sedunia

  • 14 Jun 2026 11:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap 14 Juni untuk meningkatkan kesadaran pentingnya donor darah sukarela.
  • Tanggal 14 Juni dipilih untuk mengenang jasa Karl Landsteiner, penemu sistem golongan darah ABO.
  • WHO menetapkan Hari Donor Darah Sedunia sebagai kampanye global sejak tahun 2005.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Donor Darah Sedunia diperingati setiap tanggal 14 Juni di berbagai negara, termasuk Indonesia. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah dalam menyelamatkan nyawa.

Mengutip laman World Health Organization (WHO), Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day merupakan kampanye kesehatan global. Kegiatan ini diinisiasi oleh WHO bersama International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies pada 2004.

Tujuan utama peringatan tersebut adalah mendorong masyarakat menjadi pendonor darah sukarela. Selain itu, peringatan ini juga menjadi bentuk penghargaan kepada para pendonor yang telah membantu menyelamatkan banyak nyawa.

Tanggal 14 Juni dipilih bukan tanpa alasan. Hari tersebut bertepatan dengan hari kelahiran Karl Landsteiner, ilmuwan asal Austria yang menemukan sistem golongan darah ABO.

Penemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam dunia kedokteran modern. Sistem golongan darah ABO hingga kini menjadi dasar utama dalam prosedur transfusi darah di seluruh dunia.

Setahun setelah kampanye pertama digelar, tepatnya pada 2005, World Health Assembly menetapkan 14 Juni sebagai Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati setiap tahun.

Sejak saat itu, berbagai negara rutin menggelar kampanye donor darah dan edukasi kesehatan. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan stok darah yang aman dan cukup bagi masyarakat.

Setiap tahun, peringatan Hari Donor Darah Sedunia juga mengusung tema berbeda. Tema tersebut disesuaikan dengan tantangan dan kebutuhan pelayanan darah di berbagai negara.

Pada 2026, tema yang diangkat adalah "One Drop of Humanity: Give Blood, Save Lives" atau "Setetes Kemanusiaan: Donorkan Darah, Selamatkan Nyawa". Tema ini menekankan bahwa satu kantong darah dapat memberikan harapan hidup bagi banyak pasien.

Melalui peringatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa donor darah bukan sekadar tindakan medis. Donor darah juga merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian sosial terhadap sesama manusia.

Ketersediaan darah masih menjadi tantangan di berbagai wilayah dunia. Karena itu, organisasi kesehatan terus mengajak masyarakat melakukan donor darah secara rutin dan sukarela.

Hari Donor Darah Sedunia menjadi pengingat bahwa setetes darah yang didonorkan dapat memberi kesempatan hidup bagi orang lain. Semangat kemanusiaan itulah yang terus diangkat dalam peringatan setiap 14 Juni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....