Sebabkan Gula Darah Naik, Waspadai Tambahan Glukosa pada Kurma
- 26 Feb 2026 12:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kurma dikenal mengandung gula alami berupa fruktosa yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan energi saat berpuasa. Namun ditemukan penambahan glukosa oleh oknum, sehingga kadar gula pada kurma meningkat jauh lebih tinggi.
Dokter Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi RS Abdi Waluyo, dr. Juferdy Kurniawan mengatakan kedua jenis pemanis tersebut berpotensi membahayakan kesehatan. "Gula darah cepat tinggi, sehingga tidak baik untuk kesehatan," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Kamis, 26 Februari 2026.
Menanggapi adanya kandungan gula tambahan pada produk kurma, ia mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat membeli dan mengonsumsi. Pasalnya, kurma yang telah dilapisi glukosa umumnya terlihat lebih mengilap dan mengeluarkan cairan gula di permukaannya.
Selain itu, teksturnya cenderung lebih lengket dibandingkan kurma alami. Rasa manisnya pun biasanya terasa tidak wajar atau berlebihan dibandingkan kurma pada umumnya.
"Kalau bisa memilih yang kualitasnya best seller. Karena di bulan Ramadan ini, kualitas adalah yang utama," ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penambahan glukosa pada kurma juga cukup berbahaya pada penederita diabetes. Lonjakan gula darah yang cepat dapat memperburuk kondisi dan meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak terkontrol dengan baik.
Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi, dr. Johanes Chandrawinata mengatakan bahwa beberapa jenis kurma memiliki kandungan gula yang berbeda. Meskipun berbeda, kandungan gula didalam kurma juga sangat tinggi.
Ia mencontohkan, satu butir kurma Medjool dapat mengandung sekitar 16 gram (g) gula. Sementara dalam 100 g kurma tanpa biji, terdapat sekitar 65-70 g gula.
"Penambahan fruktosa sedikit saja sudah membuat rasa manis lebih kuat. Itu sebabnya jarang orang menggunakan glukosa sebagai pemanis minuman," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....