Mengapa Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Presiden? Ini Penjelasan Wamentan

  • 13 Jun 2026 20:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sudaryono menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional.
  • Sudaryono juga menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.
  • Pemerintah saat ini tengah menjalankan berbagai langkah strategis guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan transformasi ekonomi nasional. Ia menilai hal ini menjadi agenda besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal tersebut disampaikan Sudaryono saat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) di Jakarta, Jumat 12 Juni 2026. GEKIRA merupakan organisasi sayap Partai Gerindra yang berperan menjaring aspirasi masyarakat Kristiani Indonesia, baik Protestan maupun Katolik.

Menurut Sudaryono, sektor pangan memiliki posisi strategis dalam visi pembangunan Presiden Prabowo. Karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat, stabilitas ekonomi, dan kemandirian bangsa.

“Ketahanan pangan bukan sekadar soal produksi beras atau komoditas pertanian, tetapi soal kedaulatan bangsa. Presiden Prabowo memiliki komitmen yang sangat kuat agar Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya,” ujarnya.

Rakernas GEKIRA 2026 mengusung tema “Transformasi Ekonomi Nasional dalam Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto”. Kegiatan tersebut menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus forum perumusan program kerja untuk mendukung agenda pembangunan nasional pemerintah.

Sudaryono menjelaskan pemerintah saat ini tengah menjalankan berbagai langkah strategis guna memperkuat ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut mencakup peningkatan produksi pertanian, optimalisasi lahan, modernisasi sektor pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi, hingga penguatan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir.

Ia menegaskan keberhasilan agenda tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Termasuk organisasi kemasyarakatan dan kelompok relawan yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan politik Presiden Prabowo.

“Kita telah bersama-sama berjuang dan memberikan kepercayaan kepada Presiden Prabowo. Setelah kemenangan diraih, tugas kita adalah mengawal agar seluruh program pemerintah dapat berjalan dengan baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” katanya.

Sudaryono juga menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Saya percaya Presiden Prabowo bekerja sepenuhnya untuk rakyat Indonesia. Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah hari ini merupakan upaya memperbaiki sistem, memperkuat tata kelola negara, dan memastikan sumber daya bangsa digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain memperkuat sektor pangan, pemerintah disebut tengah melakukan berbagai pembenahan untuk menutup kebocoran yang selama ini merugikan negara. Termasuk praktik korupsi, penyimpangan anggaran, over invoicing, dan transfer pricing.

“Ketika pemerintah memperbaiki sistem dan menutup ruang-ruang penyimpangan, tentu ada pihak-pihak yang merasa terganggu. Tetapi langkah ini harus dilakukan karena tujuan akhirnya adalah menghadirkan pemerintahan yang lebih bersih, lebih efektif, dan lebih berpihak kepada rakyat,” kata Sudaryono.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak kader dan simpatisan GEKIRA untuk turut menjelaskan berbagai kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Agar agenda pembangunan nasional dapat dipahami secara utuh.

“Jangan hanya memahami program pemerintah untuk diri sendiri. Kita harus mampu menjelaskan kepada masyarakat apa manfaat dan tujuan dari kebijakan-kebijakan yang sedang dijalankan. Dengan begitu, masyarakat akan semakin memahami arah pembangunan bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PP GEKIRA Nikson Silalahi menyatakan Rakernas GEKIRA 2026 merupakan forum strategis untuk menyusun dan menyelaraskan program kerja organisasi. Yakni, dengan agenda pembangunan nasional pemerintahan Presiden Prabowo.

“Rakernas ini bukan sekadar agenda konsolidasi organisasi, Rakernas GEKIRA adalah forum untuk merumuskan program-program kerja yang konkret dan relevan dengan kebutuhan bangsa. Sekaligus memperkuat dukungan terhadap agenda transformasi ekonomi nasional yang sedang dijalankan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Nikson.

Menurutnya, sebagai organisasi sayap Partai Gerindra, GEKIRA memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal dan menyukseskan berbagai program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....