BGN Pastikan Tuduhan Pembagian Keuntungan MBG kepada Presiden Tidak Benar
- 13 Jun 2026 15:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BGN menegaskan informasi mengenai dugaan pembagian keuntungan Program MBG kepada Presiden merupakan hoaks
- Narasi yang beredar juga mencatut nama Kepala BGN Nanik S. Deyang dan dipastikan bukan pernyataan resmi lembaga
- Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan pembagian keuntungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden. BGN menegaskan informasi tersebut merupakan hoaks dan tidak berasal dari pernyataan resmi lembaga.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengatakan narasi yang beredar juga mencatut namanya secara tidak bertanggung jawab. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak pernah disampaikan melalui saluran komunikasi resmi BGN.
"Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan," kata Nanik dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.
Nanik menilai informasi tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat dan memicu kegaduhan di ruang publik. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Menurut Nanik, pencatutan nama pejabat publik kerap digunakan untuk membangun narasi provokatif di ruang digital. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.
"Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," ujarnya.
BGN menegaskan seluruh informasi resmi lembaga hanya disampaikan melalui keterangan pers, situs resmi, dan akun media sosial terverifikasi. Sebab, informasi yang beredar di luar kanal tersebut tidak dapat dijadikan rujukan resmi.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat mengedepankan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada pihak lain. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ruang digital yang sehat dan mencegah penyebaran disinformasi.
"Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah," ucap Kepala BGN tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....