Menkomdigi: 175 Platform Digital Laporkan Hasil Self-Assessmen PP Tunas
- 12 Jun 2026 17:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, seba nyak 175 platform digital laporkan hasil penilaian mandiri PP Tunas
- 175 platform digital yang melaporkan hasil penilaian mandiri, dinaungi 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE)
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) akan melakukan evaluasi terhadap penilaian mandiri PP Tunas dari 175 platform digital
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), mencatat sebanyak 175 Produk, Layanan dan Fitur (PFL), telah menerapkan penilaian mandiri (self-assessment). Hal ini sebagai kepatuhan platform digital, terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas).
Menteri Komdigi (Menkomdigi), Meutya Hafid mengungkapkan, hingga 9 Juni 2026, 175 PFL telah menyerahkan hasil penilaian mandiri kepada Kemkomdigi. Selanjutnya, Kemkomdigi akan melakukan evaluasi lebih lanjut, untuk 175 PFL yang dinaungi oleh 64 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).
Sejumlah platform raksasa yang telah melaporkan hasil self-assessment itu diantaranya, Netflix, gim PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) hingga e-commerce Shopee. Hal ini merupakan bentuk kepatuhan platform terhadap PP Tunas, yang resmi diberlakukan pada akhir Maret lalu.
"Sudah tepat tiga bulan sejak PP TUNAS diimplementasikan pada akhir Maret 2026. Saat ini ada sekitar 175 PLF yang dinaungi oleh 64 PSE yang sudah melakukan self-assessment dan menyerahkannya kepada Kemkomdigi," kata Meutya dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Penilaian mandiri ini dijelaskannya, dilakukan secara internal terhadap produk, fitur, dan layanan atau platform mereka masing-masing. Setelah itu, Kemkomdigi akan mengevaluasi sejumlah aspek dari laporan self-assessment 175 PFL.
Seperti diantaranya, identifikasi tingkat risiko terhadap pengguna anak di bawah usia 16 tahun, potensi paparan konten berbahaya. Selain itu evaluasi juga mencakupi kesiapan, dan akurasi sistem verifikasi usia serta mekanisme moderasi konten dan ketersediaan fitur.
Menkomdigi mengatakan, hasil evaluasi ini akan menjadi dasar dalam menentukan risiko platform dan kesesuaiannya bagi kelompok usia tertentu. Sehingga ia menjelaskan dari langkah ini berbagai risiko dan mitigasi penanganan di ruang digital dapat diketahui secara dini.
"Kita mengukur setiap risiko. Di antaranya risiko terkait konten, risiko kontak dengan orang yang tidak dikenal, risiko kecanduan, risiko kesehatan, dan berbagai risiko lainnya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....