BPOM Tekan Bahaya Rokok/Vape Dikalangan Remaja Tangerang

  • 12 Jun 2026 14:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminimalisir bahaya rokok tembakau/pave dikalangan pelajar jenjang SMA sederajat di Tangerang
  • Selain mengganden Badan Narkotika Nasional (BNN) juga tenaga kesehatan dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia

RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminimalisir bahaya rokok tembakau/pave dikalangan pelajar jenjang SMA sederajat di Tangerang. Selain mengganden Badan Narkotika Nasional (BNN) juga tenaga kesehatan dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia.

"Hari ini merupakan perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Tentu BPOM sebagai lembaga negara bersama lembaga terkait. Misalnya BNN punya kepentingan terhadap hari ini," ujar Kepala BPOM, Taruna Ikrar di Tangerang, Jumat, 12 Juni 2026.

Ikrar membeberkan kepentingannya adalah memastikan masyarakat Indonesia hari-hari ke depan harus lebih sehat. Tentu selain lebih sehat harus lebih bahagia dan oleh karena itu, bisa tercapai apabila bebas dari ketergantungan tembakau.

"Bebas dari ketergantungan tembakau, bebas dari ketergantungan zat-zat adiktif, bebas dari ketergantungan narkotik, termasuk obat-obat tertentu. Nah, kita tahu persis, dari semua yang mengalami ketergantungan itu, masa pancaroba atau masa akil balig atau masa remaja itu adalah masa yang paling sensitif untuk tergoda untuk berbagai macam cara," ucapnya.

"Dan kita tahu juga bahwa para orang yang punya kepentingan untuk memanfaatkan rokok ini, baik kepentingan ekonomi maupun kepentingan-kepentingan tertentu. Adik-adik SMA ini menjadi target atau anak-anak remaja ini menjadi target," sambung Ikrar.

Karena itu, lanjutnya, BPOM bersama dengan instansi terkait menjalankan, mengundang Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini dengan keterlibatan semua sektor. Khususnya dengan sasaran untuk pencegahan ke anak-anak SMA, SMK, atau yang sederajat.

"Ini kenyataannya hari ini luar biasa, mereka memiliki komitmen, deklarasi yang kuat untuk mendukung Hari Tembakau Dunia, untuk dimana hidupnya, cita-citanya, kesuksesannya dimasa depan lebih bahagia. Nah, tentu BPOM punya data-data," kata dia.

Menurutnya, berdasarkan data BPOM, BNN dan Kementerian Kesehatan, ternyata satu dari tujuh remaja itu sudah mengalami adiktif. Satu di antara tujuh, dan tentu yang satu ini akan mempengaruhi lagi temannya, jadi bisa meningkat jadi dua bahkan tiga.

"Jadi satu di antara tujuh berarti sudah lebih dari sekitar 1,9 hampir 2 persen penduduk kita tergantung terhadap tembakau yang hubungannya dengan anak muda ya. Nah, logika ini sangat berbahaya karena seperti kanker dia akan menginvasi," ujarnya.

Direktur PLRKM Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, Syamsul Bahar menegaskan pada dasarnya menyambut Hari Tembakau Sedunia. "Kita selalu bersinergi dengan para profesional dan tentunya BPOM membentang bahaya untuk generasi penerus bangsa," kata Syamsul.

Diketahui, BPOM menyelenggarakan kegiatan penyebaran Informasi tentang bahaya merokok bagi lesehatan kepada masyarakat. Khususnya jenjang SMA sederajat diwilayah Tangerang Raya.

Kegiatan inipun mengusung tema “Unmasking The Vape: Sinyal Bahaya di Balik Tren. Tetap Sehat, Cegah Darurat Narkoba”. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei.

Rangkaian kegiatan menghadirkan diskusi interaktif dengan narasumber dari BPOM, Badan Narkotika Nasional atau BNN, tenaga kesehatan, serta influencer kesehatan. Selain itu, diadakan lomba edukasi kesehatan serta penyampaian Deklarasi Kesehatan Generasi Muda yang akan diikuti oleh pelajar tingkat SMA/SMK/sederajat diwilayah Tangerang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....