BKKBN Dorong Pemanfaatan Data Presisi dalam Penanganan Stunting

  • 12 Jun 2026 12:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BKKBN menegaskan pentingnya pemanfaatan data presisi untuk mempercepat penurunan stunting
  • Pendekatan by name by address dinilai mampu meningkatkan ketepatan sasaran intervensi pemerintah
  • BKKBN telah membangun basis data keluarga berisiko stunting hingga tingkat desa dan kelurahan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan pentingnya pemanfaatan data presisi dalam percepatan penurunan stunting. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran dan menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.

Komitmen tersebut dikemukakan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai kementerian dan lembaga untuk memperkuat sinergi dalam penanganan stunting.

Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono menilai pendekatan berbasis data presisi by name by address penting dalam mendukung efektivitas intervensi. Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan ketepatan sasaran program pemerintah.

“Pendekatan tersebut memungkinkan pemerintah untuk mengidentifikasi secara lebih akurat individu, keluarga, dan wilayah yang memerlukan perhatian prioritas. Sehingga program yang dilaksanakan dapat menjangkau kelompok sasaran yang benar-benar membutuhkan,” kata Budi dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID pada Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Budi, data yang terintegrasi juga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang disusun dapat lebih responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.

Budi juga menekankan penguatan sistem data perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pengumpulan data. Selain itu, validasi, pemutakhiran berkala, dan integrasi data antar kementerian dan lembaga juga perlu terus diperkuat.

“Dalam kaitan ini Kemendukbangga/BKKBN selama ini telah membangun basis data keluarga beresiko stunting (KRS) hingga level desa/kelurahan. Hal ini dapat dilakukan sebagai basis intervensi oleh lintas K/L dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan stunting merupakan persoalan multidimensi yang memerlukan penanganan lintas sektor. Karena itu, koordinasi dan kolaborasi antarkementerian serta pemda perlu terus diperkuat guna mendukung pencapaian target penurunan stunting secara efektif dan tepat sasaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....