BPOM Perkuat Pengawasan MBG untuk Dukung Generasi Emas dan Cegah Stunting
- 12 Jun 2026 11:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPOM berkomitmen mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara ketat karena dinilai penting bagi masa depan bangsa dan generasi emas Indonesia
- Pengawasan BPOM mencakup seluruh tahapan, mulai dari bahan baku hingga mitigasi risiko dalam pelaksanaan program MBG
- Kemendukbangga memfokuskan distribusi MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD sebagai upaya mempercepat pencegahan stunting
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan komitmen lembaganya mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara maksimal. Pengawasan dilakukan untuk mendukung keberhasilan program yang dinilai penting bagi masa depan bangsa.
“Badan POM bertekad untuk melakukan pengawasan secara ketat demi menjunjung tinggi dan mensukseskan program makan bergizi gratis. Karena program ini sangat penting untuk masa depan bangsa kita,” katanya usai kegiatan ‘Safe Sound Fest’ di SMAN 70 Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Taruna mengatakan BPOM memiliki tugas pengawasan yang mencakup bahan baku hingga langkah mitigasi risiko. Tugas tersebut dijalankan sesuai amanat yang diberikan pemerintah dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, program tersebut menjadi kebutuhan penting karena masih banyak anak Indonesia menghadapi persoalan gizi. Ia menyebut masalah yang dihadapi mencakup malnutrisi, stunting, defisiensi mikronutrien, hingga kelebihan berat badan.
BPOM berkomitmen mengerahkan seluruh unit pelaksana teknis dan jaringan pendukung di berbagai daerah. Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi emas Indonesia pada masa mendatang.
“Oleh karena itu bukan hanya sekedar program prioritas Presiden tapi memang program makan bergizi gratis ini merupakan kewajiban negara. Kebutuhan negara dan dan keniscayaan untuk kita support secara maksimal,” ujar Taruna.
Sementara itu, Wakil Menteri Kemendukbangga Isyana Bagoes Oka menegaskan fokus program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini diarahkan kepada kelompok 3B dan wilayah 3T. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) mendapat tugas distribusi serta edukasi sesuai Perpres tata kelola program tersebut.
“Memang di perpres (Peraturan Presiden) tata kelola memang Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga mendapatkan tugas untuk melakukan distribusi dan edukasi. Sehingga itu yang akan kami terus lakukan,” ucapnya.
Menurut Isyana, tugas Kemendukbangga adalah mendistribusikan MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B). Kelompok tersebut menjadi sasaran program yang dinilai sangat penting dalam upaya pencegahan stunting.
Ia menjelaskan masa pencegahan stunting paling optimal dilakukan selama seribu hari pertama kehidupan anak. Karena itu, fokus MBG pada kelompok 3B diharapkan mampu terus menurunkan prevalensi stunting nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....