BKKBN: Penguatan SDM Bebas Stunting Jadi Prioritas Nasional
- 21 Mei 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk pencegahan stunting, harus menjadi agenda utama nasional menuju Indonesia Maju 2045
- Menurut dia, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dipertajam agar menjangkau kelompok prioritas seperti ibu hamil dan menyusui yang berisiko mengalami stunting
- Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono
RRI.CO.ID, Jakarta - Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk pencegahan stunting, harus menjadi agenda utama nasional menuju Indonesia Maju 2045. Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Sesmendukbangga)/Sekretaris Utama BKKBN Budi Setiyono.
“Agar visi Indonesia Maju 2045 dapat tercapai, kualitas SDM harus dijaga tanpa stunting dan reformasi pendidikan. Serta keterampilan perlu menjadi agenda utama nasional,” kata Budi, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut dia, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dipertajam agar menjangkau kelompok prioritas seperti ibu hamil dan menyusui yang berisiko mengalami stunting. Ia juga menilai Indonesia perlu menggeser fokus pembangunan pendidikan dari sekadar peningkatan angka partisipasi sekolah menuju peningkatan kualitas SDM yang lebih kompetitif.
“Pendidikan matematika, sains, rekayasa, kecerdasan artifisial. Dan vokasi industri harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Selain itu, Budi menekankan pentingnya reformasi birokrasi berbasis meritokrasi melalui digitalisasi pengadaan pemerintah, integrasi data fiskal nasional, evaluasi ASN berbasis kinerja, serta deregulasi perizinan. Menurut dia, birokrasi yang efisien menjadi salah satu syarat penting dalam mendukung proses industrialisasi nasional.
Budi juga menilai hilirisasi industri perlu ditingkatkan ke sektor bernilai tambah tinggi, seperti industri baterai, kendaraan listrik, petrokimia, material maju. Hingga komponen teknologi.
Di bidang riset, pemerintah didorong meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan agar Indonesia tidak terus bergantung pada teknologi asing. “Tanpa inovasi dan teknologi domestik, Indonesia akan terus bergantung pada teknologi dari luar,” ucapnya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur dinilai perlu diarahkan untuk menekan biaya logistik nasional. Guna meningkatkan konektivitas dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....