Mendikdasmen: 43 Juta Siswa Ingin MBG Dilanjutkan
- 12 Jun 2026 11:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyebut 43 juta murid penerima manfaat menginginkan Program MBG terus dilanjutkan.
- MBG dinilai berdampak positif terhadap kehadiran siswa, motivasi belajar, dan prestasi akademik.
- Program MBG menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter melalui Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan mayoritas penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menginginkan program tersebut terus dilanjutkan. Mu'ti menyebut hingga 10 Juni 2026, sebanyak 43 juta lebih murid telah menerima manfaat program tersebut.
"Per 10 Juni sudah 80,7 persen murid yang sudah mendapatkan MBG, jadi dari 53 juta sekian murid, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG. Kemudian mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif," ujar Mu'ti usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Mu'ti menjelaskan, program MBG memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek pendidikan. "Dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar dan juga prestasi akademik," ucapnya.
Menurut Mu'ti, MBG juga menjadi bagian dari implementasi program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat yang digagas pemerintah. Kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Ia menilai program MBG tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter peserta didik.
"Sudah kami terbitkan modul-modulnya dan sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lain. Penelitian itu menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan juga terhadap capaian akademik," kata Mu'ti.
Pemerintah terus memperluas cakupan penerima manfaat MBG di berbagai daerah. Program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....