Menteri PAN RB Petakan Kebutuhan Guru, Rekrutmen Lewat Seleksi
- 11 Jun 2026 16:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini menegaskan penyelesaian tenaga honorer telah diatur melalui Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN).
- Pemerintah kini fokus memetakan kebutuhan guru secara lebih akurat untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di berbagai daerah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini menegaskan penyelesaian tenaga honorer telah diatur melalui Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah kini fokus memetakan kebutuhan guru secara lebih akurat untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik di berbagai daerah.
Rini mengatakan pemerintah telah mendata sekitar 1,7 juta tenaga non-ASN dari berbagai instansi pemerintah seluruh Indonesia. Pendataan difokuskan pada guru, tenaga pendidikan, dan tenaga kesehatan sebagai prioritas penataan aparatur pemerintah.
“Kalau untuk honorer itu kan kita sudah selesaikan di Undang-Undang ASN. Yang sudah kita data dari masing-masing instansi pemerintah difokuskan untuk guru, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan,” kata Rini Widyantini saat di wawancarai awak media usai mengunjungi Mall Pelayanan Publik DKI Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Rini menyatakan rekrutmen PPPK untuk guru akan dilakukan melalui seleksi sesuai ketentuan yang berlaku saat ini. Menurutnya, skema afirmasi yang pernah diterapkan sebelumnya tidak lagi digunakan dalam proses rekrutmen tersebut.
“Kalaupun nanti jadi PPPK tentunya dengan tidak ada afirmasi lagi. Kalau memang dibuka lagi PPPK, ya nanti mereka akan tes sebagaimana biasa,” ujarnya.
Saat ini, kata Rini, pemerintah tengah memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan guru di daerah. Untuk itu, Kementerian PAN-RB telah meminta dilakukan validasi dan pengecekan ulang data kebutuhan guru agar perencanaan formasi lebih tepat sasaran.
“Saya sudah meminta supaya dapat dilakukan validasi dan pengecekan ulang supaya kita dapat data. Jadi supaya tidak selalu ada kekurangan guru,” katanya.
Rini mengatakan pemerintah tengah menyusun neraca kebutuhan guru nasional untuk memetakan kekurangan tenaga pengajar daerah. Pemetaan mencakup kebutuhan guru per mata pelajaran agar rekrutmen dan distribusi tenaga pendidik lebih tepat.
“Misalnya satu daerah itu dia butuh guru apa, guru geografi, guru bahasa Inggris atau guru apa. Saya berharap nanti bisa membangun neraca kebutuhan gurunya itu seperti apa, bisa dihitung,” kata Rini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....