DPR Apresiasi Pemerintah Tahan Harga Pertamax di tengah Lonjakan Minyak Dunia
- 11 Jun 2026 16:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, mengapresiasi langkah pemerintah yang masih menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax
- kenaikan harga internasional belum sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, mengapresiasi langkah pemerintah yang masih menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax. Yakni saat harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Menurut Herman, pemerintah saat ini masih memberikan kompensasi terhadap BBM RON 92 dan RON 95. Sehingga kenaikan harga internasional belum sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat.
“Kalau mengacu pada perkembangan harga minyak dunia saat ini, sebenarnya harga Pertamax bisa saja lebih tinggi. Namun pemerintah masih berupaya menahan kenaikan agar tidak terlalu membebani masyarakat dan tetap menjaga daya beli,” kata Herman Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional. Yang mana di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.
Herman menegaskan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar masih tetap dijaga pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah tetap memperoleh akses energi dengan harga yang terjangkau.
Herman menilai pengawasan distribusi BBM bersubsidi kini semakin ketat melalui sistem digital dan aplikasi MyPertamina. Hal ini Terkait adanya kecenderungan migrasi pengguna Pertamax ke Pertalite akibat perbedaan harga yang semakin lebar.
“Untuk BBM subsidi sudah ada mekanisme verifikasi menggunakan identitas pengguna. Sehingga distribusinya lebih terkontrol dan diharapkan tetap tepat sasaran,” ujarnya.
Di sisi lain, Herman mengingatkan bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Dan ini berpotensi memberikan tekanan terhadap harga energi global dan biaya impor energi Indonesia.
Karena itu, ia berharap situasi internasional segera mereda agar harga minyak dunia dapat kembali stabil. “Kita berharap kondisi global segera membaik, harga minyak turun, sehingga tekanan terhadap harga energi dalam negeri juga dapat berkurang,” kata Herman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....