Sambut Baik Penguatan Rupiah dan IHSG, SBY: Semoga Ini Awal dan Pertanda Baik

  • 11 Jun 2026 12:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SBY menyambut positif penguatan rupiah dan IHSG dalam dua hari terakhir.
  • SBY menilai sinergi pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor penting menjaga stabilitas pasar.
  • SBY mendorong pemerintah memperkuat stabilisasi ekonomi dan menjaga kepercayaan publik serta investor.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut positif penguatan nilai tukar rupiah dan IHSG dalam dua hari terakhir. Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal baik bagi perekonomian nasional di tengah tekanan yang sempat terjadi sebelumnya.

SBY menyampaikan apresiasi kepada negara dan pemerintah atas membaiknya kondisi pasar keuangan. Menurutnya, penguatan rupiah dan IHSG dapat menjadi awal yang baik bagi proses pemulihan ekonomi.

"Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ 'a good beginning'," kata SBY melalui akun media sosial X miliknya @SBYudhoyono, Rabu, 10 Juni 2026.

SBY menilai, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi yang cukup untuk menghadapi tekanan ekonomi. Ia juga melihat masih tersedia berbagai opsi kebijakan yang dapat digunakan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut SBY, langkah yang ditempuh otoritas moneter dan fiskal berhasil menghentikan pelemahan rupiah dan IHSG. "Kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG," ujarnya.

SBY mengingatkan, tanpa langkah cepat dari pemerintah dan otoritas terkait, pelemahan pasar keuangan berpotensi berlangsung lebih dalam. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi faktor ekonomi riil maupun persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan utang pemerintah.

"Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kita bisa 'unstoppable'. Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor 'real economy', utamanya situasi fiskal dan APBN kita termasuk beban utang yang melilit," ucapnya.

"Dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif," kata SBY melanjutkan. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu juga mendorong pemerintah terus melakukan langkah stabilisasi ekonomi.

Di antaranya melalui pengelolaan APBN yang sehat dan juga pengendalian utang pemerintah. Termasuk juga dengan upaya menjaga daya beli masyarakat.

"Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan 'market'. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian," kata SBY.

Ia juga meminta pemerintah memberi perhatian kepada kelompok masyarakat yang terdampak kondisi ekonomi, termasuk akibat kenaikan harga BBM. "Karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu," ujarnya.

"Perlu dukungan publik yang lebih kuat, ingat, 'in crucial thing, unity', 'In important thing, dialogue'. Diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif, pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata," ujar SBY menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....