Naik 155 Poin, IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.902,38
- 10 Jun 2026 16:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG ditutup menguat 155,73 poin atau 2,71 persen ke level 5.902,38.
- Penguatan terjadi pada penutupan perdagangan Rabu, 10 Juni 2026.
- IHSG sempat menyentuh level terendah harian di posisi 5.677,97.
RRI.CO.ID, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat di penutupan sesi perdagangan Rabu, 10 Juni 2026. Pergerakan terlihat setelah IHSG ditutup pada posisi 5.902,38 atau naik 155,73 poin (2,71 persen).
Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat bergerak dan menyentuh posisi terendah pada 5.677,97 hari ini. Meski dibuka melemah pada level 5.744,06, IHSG berakhir pada zona hijau pada penutupan.
Pergerakan IHSG didominasi 571 saham menguat, 148 saham melemah, dan 96 saham stagnan. Sementara, aktivitas perdagangan tercatat dengan nilai transaksi mencapai Rp31,18 triliun.
Untuk volume saham yang diperdagangkan mencapai 46,09 miliar lembar. Dengan frekuensi lebih dari 3,09 juta kali transaksi.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan penguatan IHSG ditopang sentimen domestik meski bursa regional Asia bergerak melemah. Pelaku pasar merespons keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
“Kenaikan suku bunga di luar jadwal memberi sentimen positif ke pasar. Ini karena nilai tukar rupiah berbalik menguat ke level Rp18.065 per dolar AS,” tulis Tim Phintraco Sekuritas dalam analisis hariannya, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurut Phintraco Sekuritas, pasar juga mencermati sejumlah langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi. Salah satunya usulan penguatan disiplin fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Selain itu, investor memperhatikan hasil koordinasi DPR dengan sejumlah lembaga keuangan nasional. Salah satu opsi yang dibahas yakni rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurut Phintraco Sekuritas, langkah tersebut dinilai dapat membantu menjaga kepercayaan pelaku pasar. Upaya tersebut juga dipandang mendukung stabilitas pasar keuangan domestik di tengah dinamika global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....