IHSG Diprakirakan Lanjutkan Penguatan, Uji Level Psikologis 6.000
- 11 Jun 2026 08:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguji level psikologis 6.000 pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang untuk terus menguat pada perdagangan Kamis 11 Juni 2026. Sehari sebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup naik 2,71 persen ke level 5.902.
Namun, penguatan IHSG masih disertai net sell (jual bersih) oleh investor asing senilai Rp3,13 triliun. Saham yang paling banyak dilepas adalah BBRI, TPIA, BBNI, ANTM, dan BUMI.
“IHSG berpotensi menguji level psikologis 6.000,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman. Menurut dia, level support IHSG akan bergerak pada rentang 5.750-5.840 dan level resistansi pada 6.000-6.050.
Fanny mengatakan eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas memicu kekhawatiran pasar. Presiden AS, Donald Trump, menyatakan negosiasi dengan Teheran terlalu lama sehingga dia mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut.
Hal ini membuat bursa saham AS dan Asia Pasifik merosot pada penutupan perdagangan Rabu 10 Juni 2026. Pada saat bersamaan, investor juga mencermati rilis tingkat inflasi AS yang meningkat.
“Inflasi inti AS pada Mei 2026 naik 0,2 persen secara bulanan,” ujar Fanny. Menurut dia, angka tersebut lebih rendah dari konsensus pasar yaitu 0,3 persen.
Indeks harga konsumen (CPI) atau inflasi inti adalah angka inflasi yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi. Secara tahunan, inflasi inti di AS mencapai 2,9 persen sesuai ekspektasi pasar.
“Ini berarti inflasi masih berada di atas target The Fed sebesar 2 persen," ucap Fanny. Pada saat bersamaan, harga minyak dunia kembali meroket karena eskalasi perang di Timur Tengah.
Menurut dia, hal ini menyebabkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global. Selain itu, suku bunga yang lebih tinggi akan berlangsung dalam jangka waktu lebih lama.
Di dalam negeri, indeks keyakinan konsumen (IKK) turun ke level 120,9 pada Mei 2026. Ini berarti penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 123.
Tim Analis Phintraco Sekuritas mengatakan IKK kali ini merupakan yang terendah sejak September 2025. “Penurunan ini terutama disebabkan oleh penilaian yang lebih lemah terhadap kondisi ekonomi saat ini,” katanya.
Sebaliknya, ekspektasi mengenai ketersediaan pekerjaan dan aktivitas bisnis sedikit membaik. Penjualan mobil baru di Indonesia meningkat 14 persen secara tahunan menjadi 69,219 unit pada Mei 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....