Lahirkan Anak Gajah, Taman Lembah Hijau Tambah Populasi Gajah Sumatra

  • 10 Jun 2026 19:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • seekor anak Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) lahir pada 5 Juni 2026
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan nama “Rut” kepada anak gajah tersebut

RRI.CO.ID, Jakarta - Taman Satwa Lembah Hijau Lampung kembali mencatat keberhasilan dalam program konservasi satwa liar. Hal ini terlihat setelah seekor anak Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) lahir pada 5 Juni 2026.

Anak gajah berjenis kelamin betina dengan berat 123 kilogram itu merupakan kelahiran kedua dari pasangan indukan Aris (29 tahun) dan Mega (27 tahun). Sebelumnya, pasangan tersebut juga berhasil melahirkan anak gajah jantan bernama Rawana pada Agustus 2022.

Saat ini, kondisi anak gajah dilaporkan sehat dan terus berada dalam pemantauan intensif oleh tim mahout dan tenaga medis Taman Satwa Lembah Hijau. Tujuannua untuk memastikan proses tumbuh kembang berjalan optimal.

Komisaris Utama Taman Satwa Lembah Hijau Irwan Nasution mengatakan kelahiran ini menjadi bukti keberhasilan program konservasi ex situ. Yang mana telah dijalankan lembaganya secara berkelanjutan.

“Kelahiran anak gajah ini menjadi bukti nyata komitmen Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung pelestarian Gajah Sumatera. Kami akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan, perawatan, dan program pengembangbiakan sebagai upaya konservasi satwa langka Indonesia,” ujar Irwan dalam keterangannya, Rabu, 10 Juni 2026.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan nama “Rut” kepada anak gajah tersebut. Nama itu diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada Pemerintah Norwegia, khususnya Rut Krüger Giverin.

“Kami memberikan nama Rut sebagai simbol persahabatan dan penghargaan kepada Pemerintah Norwegia. Semoga anak gajah ini tumbuh sehat dan menjadi simbol harapan bagi keberlangsungan populasi Gajah Sumatera di masa depan,” kata Raja Juli.

Menteri Kehutanan menegaskan bahwa upaya penyelamatan Gajah Sumatera tidak hanya dilakukan melalui perlindungan habitat alami. Serta penanganan konflik manusia-gajah di alam liar (in situ), tetapi juga melalui penguatan program konservasi di lembaga konservasi (ex situ).

Menurutnya, keberhasilan kelahiran kedua dari pasangan Aris dan Mega memperkuat harapan terhadap peningkatan populasi Gajah Sumatra. Yang saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari penyusutan habitat hingga konflik dengan manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....