Pameran Foto Perkuat Literasi Sekolah Rakyat
- 23 Jul 2026 23:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Model memperagakan busana karya Rumah Quinsa dalam rangkaian Pameran Foto dan Talkshow "Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan" di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (22/7/2026)
- Pameran foto dan talkshow "Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan" digelar di Galeri Cipta 1 TIM pada 21–25 Juli 2026
- Kegiatan bertujuan memperkuat literasi publik mengenai Program Sekolah Rakyat melalui karya fotografi human interest
- Pengamat pendidikan Alpha Amirrachman menilai Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkeadilan
- Fotografer senior Arbain Rambey menyebut fotografi efektif membangun empati dan menyampaikan kebijakan publik kepada masyarakat
RRI.CO.ID, Jakarta – Pameran foto dan talkshow bertajuk "Belajar Tanpa Batas, Berkarya untuk Masa Depan" digelar untuk memperkuat literasi publik mengenai Program Sekolah Rakyat. Kegiatan mengangkat karya fotografi bertema human interest di Galeri Cipta 1, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, berlangsung pada 21-25 Juli 2026.
Talkshow menghadirkan Pengamat Pendidikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Alpha Amirrachman dan fotografer senior Arbain Rambey. Keduanya membahas peran Sekolah Rakyat dalam memperluas akses pendidikan sekaligus fotografi sebagai media komunikasi publik.
Alpha Amirrachman mengatakan Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan. Menurutnya, program tersebut dirancang menjangkau anak-anak dari kelompok rentan melalui layanan pendidikan yang komprehensif, termasuk sistem sekolah berasrama.
Ia menjelaskan Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga instrumen pembangunan sumber daya manusia. Program tersebut diharapkan mampu memperluas pemerataan kesempatan belajar sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
"Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan. Dirancang untuk menjangkau anak-anak dari kelompok rentan melalui penyediaan layanan pendidikan yang komprehensif," katanya.
"Termasuk penerapan sistem berasrama (boarding school). Sehingga setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara tanpa terkendala kondisi sosial maupun ekonomi," ucapnya.
Sementara itu, Arbain Rambey menilai fotografi menjadi media komunikasi visual yang efektif untuk menjelaskan kebijakan publik kepada masyarakat. Karya fotografi dinilai mampu membangun empati sekaligus memperlihatkan dampak nyata sebuah program secara lebih dekat.
Arbain juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap pameran tersebut. Menurutnya, banyaknya karya yang masuk menunjukkan semangat pemerataan pendidikan dapat disampaikan melalui bahasa visual yang mudah dipahami berbagai kalangan.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menegaskan fotografi menjadi sarana efektif untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Program Sekolah Rakyat. Melalui karya yang dipamerkan, masyarakat diajak memahami bahwa setiap anak memiliki hak yang sama memperoleh pendidikan yang layak.
"Fotografi memiliki peran strategis sebagai media komunikasi visual dalam menyampaikan substansi kebijakan publik kepada masyarakat. Karya fotografi mampu menghadirkan narasi yang lebih mudah dipahami, membangun empati, serta memperlihatkan dampak nyata suatu program secara lebih dekat kepada publik," kata Arbain.
Pameran tersebut juga dimeriahkan dengan penampilan fashion show dari Rumah Quinsa. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat meningkatkan dukungan publik terhadap Program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berkeadilan sesuai visi Asta Cita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....