Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Kerja Sama Pengembangan Keterampilan
- 10 Jun 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) memperkuat kerja sama
- Dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja untuk menghadapi tantangan disrupsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI)
- Ajakan tersebut disampaikan Menaker dalam forum ASPAG yang membahas berbagai tantangan ketenagakerjaan di kawasan Asia Pasifik
RRI.CO.ID, Badung - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG) memperkuat kerja sama. Dalam pengembangan keterampilan tenaga kerja untuk menghadapi tantangan disrupsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Ajakan tersebut disampaikan Menaker dalam forum ASPAG yang membahas berbagai tantangan ketenagakerjaan di kawasan Asia Pasifik. Mulai dari pengangguran, meningkatnya pekerjaan informal, hingga kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan industri.
"Indonesia percaya, kerja sama antarnegara kini semakin penting. Tantangan ketenagakerjaan tidak bisa dihadapi sendiri, kekuatan kita ada pada kemauan untuk saling berbagi praktik baik dan saling belajar," kata Yassierli, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, kerja sama antarnegara diperlukan agar setiap negara dapat saling bertukar pengalaman, kebijakan, dan praktik terbaik. Dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten serta mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja.
Yassierli menjelaskan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menempatkan pengembangan keterampilan. Ini sebagai salah satu prioritas untuk menjawab kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi pencari kerja.
Salah satu program yang dijalankan pemerintah adalah Program Magang Nasional bagi lulusan perguruan tinggi. Program tersebut memberikan pengalaman kerja terstruktur selama enam bulan dengan dukungan uang saku dari pemerintah yang setara upah minimum.
Tahun ini, program tersebut ditargetkan menjangkau 150 ribu peserta. Selain itu, pemerintah juga melaksanakan Program Pelatihan Vokasi Nasional yang menyasar lulusan sekolah menengah atas dan sederajat dengan target 300 ribu peserta.
Menaker menegaskan kedua program tersebut dirancang secara inklusif dengan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, penyandang disabilitas. Serta masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan.
Dalam forum ASPAG, Indonesia juga menawarkan kerja sama di sejumlah bidang prioritas, antara lain pengembangan kurikulum pelatihan vokasi berbasis keterampilan masa depan. Lalu pembentukan pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, pengembangan komunitas sektor pertanian, hingga pembentukan klinik produktivitas dan pusat teknologi tepat guna.
"Indonesia siap berbagi dan belajar. Kita memiliki banyak hal yang dapat saling ditawarkan untuk membangun kawasan yang lebih kuat dan tangguh bagi para pekerja," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....