KPK Jelajah NTB NTT Bangun Budaya Antikorupsi
- 10 Jun 2026 15:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KPK memulai program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026 dengan tema "Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas"
- JNBA 2026 menyasar lima daerah di NTB dan NTT hingga Agustus 2026
- KPK menekankan pendidikan integritas sejak dini sebagai kunci pencegahan korupsi
- Program baru KPK Mengajar akan hadir di sekolah-sekolah untuk menanamkan nilai antikorupsi
- JNBA mengangkat isu integritas, pelayanan publik, lingkungan hidup, kehutanan, dan pemerataan pendidikan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026. Program ini menyasar lima daerahdi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Agustus 2026.
Pelepasan tim dan armada JNBA dilakukan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026. Tahun ini, program mengusung tema "Dari Timur untuk Indonesia Berintegritas".
Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menegaskan pemberantasan korupsi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Menurutnya, integritas harus menjadi bagian penting dalam kehidupan generasi muda.
Ia menilai pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak usia dini. "Keberhasilan juga ditentukan kemampuan melahirkan generasi yang menjadikan integritas bagian kehidupannya," kata Ibnu.
Ibnu mengingatkan korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara. Korupsi juga berdampak pada pelayanan publik dan pembangunan yang tidak optimal.
Menurutnya, budaya antikorupsi harus dibangun dari lingkungan terdekat. Mulai dari keluarga, sekolah, kampus, komunitas, hingga lingkungan kerja.
Masyarakat juga diminta berperan aktif mencegah korupsi. Salah satunya dengan menolak suap, gratifikasi, dan pembayaran di luar ketentuan.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan JNBA menghadirkan edukasi langsung kepada masyarakat. Program dijalankan bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Daerah tersebut meliputi Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya. "Kegiatan akan digelar di Kota Mataram serta empat kabupaten di Nusa Tenggara Timur," ujarnya.
Selama pelaksanaan JNBA, KPK mengangkat empat isu utama kampanye antikorupsi. Isu tersebut mencakup integritas, pelayanan publik, penolakan korupsi, dan pengawasan pemerintahan.
KPK juga mengangkat isu lingkungan hidup, kehutanan, dan pemerataan pendidikan. Berbagai dialog serta kegiatan edukasi akan digelar di daerah tujuan.
Selain itu, KPK menghadirkan program baru bertajuk KPK Mengajar. Program ini membawa pegawai KPK mengajar pendidikan karakter dan integritas di sekolah.
"Kami akan melihat kualitas lingkungan hidup dan kualitas kehutanan di daerah yang dikunjungi. Kami juga ingin melihat kualitas pendidikan sebagai bagian dari tema yang diangkat tahun ini," kata Amir.
"Kami ingin menunjukkan bahwa perhatian terhadap kualitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Pendidikan antikorupsi harus dimulai sejak usia dini," ucapnya.
Amir mengatakan JNBA pertama kali dilaksanakan pada 2018 dan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Program tersebut kembali berjalan pada 2022 dan tahun ini memasuki pelaksanaan tahun keenam.
"Selama enam tahun KPK sudah menjalani roadshow ke 14 provinsi. Program ini menjangkau 73 kabupaten dan kota di Indonesia," kata Amir.
"JNBA telah menempuh lebih dari 10 ribu kilometer perjalanan. Sebanyak 484 ribu masyarakat terlibat secara langsung dan 1,4 juta masyarakat berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....