KPK Perluas Program JNBA ke Indonesia Timur, Sasar Pelajar hingga Komunitas Lokal
- 10 Jun 2026 16:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KPK memperluas program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) ke NTB dan NTT pada 2026.
- Program menyasar pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, ASN, hingga komunitas lokal.
- KPK menegaskan edukasi menjadi bagian penting dalam upaya pemberantasan korupsi selain penindakan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan membawa program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) ke wilayah Indonesia Timur pada 2026. Program edukasi antikorupsi tersebut akan digelar di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Satuan Tugas Kampanye Antikorupsi KPK RI, Medio Venda, mengatakan perluasan wilayah pelaksanaan dilakukan agar pendidikan antikorupsi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Selama ini, sebagian besar kegiatan JNBA masih berfokus di wilayah Indonesia bagian barat.
Menurut Medio, JNBA merupakan bagian dari strategi pendidikan yang dijalankan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi. "Melalui program JNBA, kami menginsersi nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat agar berani menolak segala bentuk perilaku koruptif," kata Medio dalam dialog bersama RRI Pro 3 di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan JNBA telah memasuki tahun ketujuh sejak pertama kali digelar pada 2018. Selama pelaksanaannya, program tersebut telah menjangkau lebih dari 73 kabupaten dan kota di 14 provinsi.
Pada tahun ini, JNBA akan digelar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur. Diantaranya, Kabupaten Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Sumba Timur, dan Sumba Barat Daya.
“Ada satu juga kebaruan yang kita lakukan di tahun ini yaitu adalah program KPK Mengajar. Ini adalah sebagai bentuk atas kehadiran dari pemerintah pusat ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil khususnya di bagian timur Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, KPK juga menghadirkan konsep baru berupa kawasan terpadu yang mengadopsi suasana pasar malam. Di lokasi tersebut, masyarakat dapat menikmati berbagai kegiatan edukatif sekaligus mengakses layanan publik dan produk UMKM.
Medio mengatakan konsep tersebut dirancang agar pesan antikorupsi dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima masyarakat. “Pendekatan yang lebih inklusif diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya antikorupsi di berbagai lapisan masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Nusa Tenggara Timur, Florida Taty Satyawati, menyambut baik pelaksanaan JNBA di wilayah NTT. Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal peran KPK.
"Selama ini bayangan kita tentang KPK itu seperti momok. Ternyata ketika berinteraksi langsung, banyak hal yang bisa dipelajari terkait edukasi dan pencegahan korupsi," kata Taty.
Ia berharap pelaksanaan JNBA dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya integritas. Serta mendorong budaya antikorupsi tumbuh lebih kuat di lingkungan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....