Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Bermanfaat bagi 2 Juta Warga

  • 13 Agt 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polri membangun dan merevitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di 30 Polda.
  • Sebanyak 874 jembatan telah selesai dan memberikan manfaat bagi sekitar dua juta masyarakat.
  • Banten menjadi wilayah dengan pembangunan terbanyak, mencapai 145 jembatan yang menghubungkan 203 desa.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaporkan pembangunan 895 Jembatan Merah Putih Presisi. Infrastruktur tersebut tersebar di 30 Polda dan memberikan manfaat bagi sekitar dua juta masyarakat.

Sigit mengatakan sebanyak 874 jembatan telah selesai dibangun, sementara 17 lainnya masih dalam proses pembangunan. Selain itu, empat jembatan lainnya masih berada dalam tahap perencanaan.

“Sebanyak 874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer. Jembatan tersebut menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi dua juta orang,” ujarnya peresmian Jembatan Merah Putih, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, penerima manfaat meliputi pelajar, petani, pedagang, pekerja, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Infrastruktur tersebut juga membantu masyarakat umum memperoleh akses mobilitas yang lebih mudah antardesa.

Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi menjadi bagian dari upaya Polri mendukung konektivitas wilayah. Program tersebut juga diharapkan memperkuat pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat di kawasan perdesaan.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Termasuk kelancaran distribusi hasil pertanian, perdagangan, dan akses pelajar menuju sekolah,” katanya.

Sigit berharap jembatan tersebut turut mendorong tumbuhnya berbagai pusat kegiatan ekonomi baru di perdesaan. Konektivitas yang semakin baik dinilai dapat memperlancar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.

Khusus wilayah Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi sebanyak 145 jembatan. Jembatan tersebut memiliki total panjang sekitar tiga kilometer dan menghubungkan 203 desa.

Sebanyak 500 ribu masyarakat diperkirakan menerima manfaat dari pembangunan jembatan di wilayah Banten. Capaian tersebut menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak.

Pembangunan juga dilakukan Polda Jawa Barat dengan jumlah sebanyak 137 jembatan. Sementara Polda Riau telah membangun 110 jembatan untuk mendukung konektivitas masyarakat.

Polda Jawa Tengah tercatat membangun sebanyak 86 jembatan dalam program tersebut. Adapun Polda Sumatera Selatan telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi sebanyak 81 jembatan.

Polda lainnya juga melaksanakan pembangunan dengan jumlah rata-rata sekitar 20 hingga 30 jembatan. Program tersebut disesuaikan dengan kebutuhan akses masyarakat pada masing-masing wilayah.

Polri turut membangun 39 jembatan untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Enam jembatan di antaranya menggunakan konstruksi Bailey untuk mempercepat pemulihan konektivitas masyarakat.

Empat Jembatan Bailey dibangun di Provinsi Aceh dan dua lainnya berada di Sumatera Barat. Pembangunan dilakukan untuk membuka kembali akses dan memperlancar mobilitas masyarakat terdampak bencana.

Peresmian dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan bermanfaat bagi sekitar 8.000 jiwa.

Polri juga menyerahkan 7.500 paket sembako dan 1.000 paket tas kepada pelajar. Selain itu, masyarakat memperoleh 140 kacamata, layanan SIM gratis, dan pelayanan bakti kesehatan.

Sigit menegaskan pembangunan infrastruktur merupakan wujud komitmen Polri untuk terus hadir bersama masyarakat. Kehadiran tersebut diarahkan untuk membantu menjawab kebutuhan dasar sekaligus membuka akses masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat. Kita juga harus memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujarnya.

Sigit turut mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Presiden memberikan semangat kepada TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi.

Sinergi tersebut diharapkan mendukung berbagai program pembangunan nasional yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat. Polri juga berkomitmen terus menjalankan arahan Presiden dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Polri lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Kami akan memberikan pengabdian terbaik agar tercipta Polri untuk masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....