Wamenkomdigi Nezar: Biaya Internet di Indonesia Masih di Atas ITU
- 09 Jun 2026 15:21 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut, biaya internet di Indonesia masih mahal
- Wamenkomdigi Nezar Patria menuturkan, biaya internet yang ditetapkan dalam International Telecommunication Union (ITU) 2 persen dari GDP/kapita
- Wamenkomdigi Nezar Patria menyebut, biaya internet terjangkau dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan, bahwa biaya internet di Indonesia, masih cukup mahal. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Komdigi (Wamenkomdigi), Nezar Patria.
Ia mengatakan bahwa untuk biaya internet di Indonesia masih diatas standar tarif International Telecommunication Union (ITU). Bahkan merujuk pada data ITU, tarif internet hanya di patok dua persen dari Gross Domestic Product (GDP).
"Biaya internet di Indonesia masih di atas apa yang dipatok ITU. Mereka mematok internet basket di bawah 2 persen dari total GDP per kapita," kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Padahal menurutnya, biaya internet yang lebih rendah akan mendorong perluasan pemanfaatan teknologi digital. Nezar menyebut, bahwa biaya murah internet, membuat masyarakat dapat menjangkau akses pendidikan, pekerjaan dan layanan digital.
Bahkan selain itu menurut Nezar, membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini diungkapkan Wamenkomdigi Nezar, akan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.
Untuk itu ia menyatakan bahwa keterjangkauan internet, menjadi faktor penting dalam memperluas akses digital masyarakat. Sehingga ditegaskan Nezar, Kemkomdigi akan terus mendorong peningkatan kualitas jaringan, dan akses internet dengan harga terjangkau untuk masyarakat.
"Kalau internet bisa murah, penetrasinya bisa bagus ke semua sektor masyarakat. Maka ekonomi digital akan lebih dahsyat hasilnya," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....