Kementan dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset Pertanian
- 09 Jun 2026 11:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementan dan BRIN memperkuat kolaborasi riset pertanian nasional
- Kerja sama didukung pemanfaatan fasilitas penelitian Kementan di 38 provinsi
- Kolaborasi difokuskan pada pengembangan inovasi dan hilirisasi hasil riset
- BRIN memiliki riset siap pakai, termasuk varietas tahan iklim dan teknologi pertanian modern
- Teknologi kecerdasan buatan, genomik, dan robotik akan mendukung smart farming
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi riset pertanian. Kerja sama tersebut didukung pemanfaatan fasilitas penelitian Kementan di 38 provinsi.
Kesepakatan itu ditandai melalui penandatanganan kerja sama penelitian pertanian. Kolaborasi diarahkan untuk mempercepat pengembangan inovasi dan hilirisasi hasil riset.
Kepala BRIN, Arif Satria mengatakan kerja sama tersebut menjadi momentum penting bagi sektor pertanian. Sinergi kedua lembaga diharapkan memperkuat kontribusi riset terhadap ketahanan pangan.
"Pertemuan ini sangat bersejarah bagi pertanian Indonesia. Kami bersepakat memperkuat kolaborasi dan sinergi riset," kata Kepala BRIN di Jakarta, Selasa 9 Juni 2026.
"Riset BRIN harus menghasilkan produk yang bermanfaat. Hasilnya dapat mendukung pembangunan pertanian nasional," katanya.
Menurutnya, BRIN memiliki banyak hasil penelitian yang siap dikembangkan. Inovasi tersebut mencakup varietas tahan perubahan iklim hingga teknologi pertanian modern.
BRIN juga mengembangkan kecerdasan buatan, genomik, dan robotik. Teknologi tersebut dapat mendukung pengembangan pertanian berbasis smart farming.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kerja sama tersebut sebagai tonggak sejarah. Ia mengatakan, pihaknya menyiapkan fasilitas penelitian untuk mendukung riset BRIN.
"Ini adalah tonggak sejarah. Seluruh laboratorium dan fasilitas Kementerian Pertanian dapat dimanfaatkan peneliti BRIN," ucap Amran.
"Fasilitas kami tersebar di 38 provinsi. Kolaborasi ini memperkuat riset pertanian nasional," katanya.
Menurut Amran, hasil penelitian menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian. Inovasi baru dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan sektor pangan.
Menurutnya, Pemerintah akan memprioritaskan riset pada sejumlah komoditas strategis. Fokus utama diberikan kepada komoditas dengan permintaan pasar yang tinggi.
"Kedelai, bawang putih, kakao, dan tebu menjadi prioritas. Komoditas tersebut memiliki permintaan yang besar," katanya.
"Kami ingin hasil riset meningkatkan kesejahteraan petani. Produktivitas juga harus meningkat lebih cepat," ucapnya.
Amran mengatakan, pengembangan komoditas akan dilakukan sesuai keunggulan daerah. Menurutnya, peneliti akan ditempatkan langsung di kawasan pengembangan komoditas.
Kepala BRIN menambahkan produktivitas bawang putih menjadi salah satu target riset. BRIN ingin meningkatkan hasil produksi melalui penguatan penelitian.
Saat ini telah tersedia inovasi yang menghasilkan produktivitas sekitar 4,6 ton per hektare. Ia mengatakan, riset lanjutan akan terus dilakukan untuk meningkatkan hasil produksi nasional.
Kolaborasi Kementan dan BRIN diharapkan memperkuat ketahanan pangan nasional. Kerja sama tersebut juga mendukung pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....