Mensos: Siswa Sekolah Rakyat Berasal dari Keluarga Kurang Mampu

  • 08 Jun 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensos memastikan seluruh siswa yang diterima dan belajar di Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia berasal dari keluarga kurang mampu.
  • Hal ini dilakukan agar anak-anak dari kelompok rentan dapat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.
  • Mensos menjelaskan proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka.

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan seluruh siswa yang diterima dan belajar di Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia berasal dari keluarga kurang mampu. Langkah tersebut dilakukan agar anak-anak dari kelompok rentan dapat memperoleh akses pendidikan yang berkualitas.

“Sekolah Rakyat ini merupakan gagasan dan program strategis dari Presiden Prabowo Subianto yang memberikan kesempatan bagi keluarga kurang mampu. Atau yang belum sejahtera untuk mendapatkan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka,” ujar Saifullah Yusuf di Aceh Besar, Senin 8 Juni 2026.

Mensos menjelaskan proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. Data calon siswa diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya keluarga yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2.

Menurutnya, keluarga yang masuk dalam kategori tersebut akan dijangkau langsung oleh petugas Kementerian Sosial, Dinas Sosial. Serta Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memastikan kelayakan penerima program.

“Sekolah Rakyat tidak membuka rekrutmen, tapi melakukan penjangkauan terhadap mereka yang masuk dalam data keluarga kurang mampu. Petugas akan melakukan verifikasi langsung ke rumah-rumah guna validasi seluruh data sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Setelah proses verifikasi selesai, calon siswa yang memenuhi kriteria akan dimintai persetujuan sebelum ditetapkan sebagai peserta didik Sekolah Rakyat. Saifullah berharap seluruh pihak dapat memberikan data yang jujur dan terbuka agar program tersebut benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.

“Saya berharap kepada semua pihak untuk memberikan data secara jujur dan terbuka. Sehingga seluruh siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan studi di sekolah yang telah disiapkan pemerintah yakni Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, pemerintah menargetkan penerimaan sebanyak 36.000 siswa baru di Sekolah Rakyat. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 15.000 siswa.

“Insya Allah tahun depan, jumlah ini tentu akan terus bertambah seiring dengan tuntasnya pembangunan fisik Sekolah Rakyat yang mampu menampung lebih banyak siswa,” kata Saifullah.

Pemerintah optimistis program Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....