Jangan Panik, Ini Panduan Lengkap Evakuasi saat Terjadi Gempa dan Tsunami

  • 08 Jun 2026 08:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tsunami dapat dipicu gempa bumi, longsoran bawah laut, dan letusan gunung api.
  • Masyarakat perlu memahami langkah penyelamatan sebelum dan saat tsunami terjadi.
  • Evakuasi ke tempat tinggi menjadi langkah utama saat peringatan tsunami dikeluarkan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Tsunami merupakan rangkaian gelombang laut yang dapat bergerak sangat cepat di lautan. Bencana tersebut umumnya dipicu gempa bumi, longsoran bawah laut, atau letusan gunung api.

Saat mencapai wilayah pantai, kecepatan gelombang akan menurun tetapi ketinggiannya meningkat. Kondisi tersebut membuat tsunami berpotensi menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa.

Melansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, masyarakat perlu memahami langkah penyelamatan diri. Pengetahuan tersebut penting untuk mengurangi risiko saat tsunami terjadi.

Sebelum Tsunami Terjadi

  • Kenali tanda-tanda tsunami setelah gempa bumi kuat dan berlangsung cukup lama.
  • Waspadai air laut yang surut secara tidak biasa.
  • Perhatikan suara gemuruh yang berasal dari arah laut.
  • Segera menuju tempat tinggi setelah gempa besar terjadi.
  • Jauhi pantai dan jangan menunggu gelombang tsunami terlihat.
  • Ketahui jalur evakuasi tercepat menuju lokasi yang lebih aman.
  • Pantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.

Memahami risiko bencana menjadi langkah awal yang penting bagi masyarakat pesisir. Karena itu, setiap keluarga perlu mengetahui lokasi evakuasi terdekat.

Saat Tsunami Terjadi

  • Segera evakuasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman.
  • Ikuti arahan petugas serta informasi resmi pemerintah.
  • Jangan kembali ke pantai sebelum dinyatakan aman.
  • Hindari menggunakan kendaraan jika jalur evakuasi padat.
  • Tinggalkan kendaraan dan lanjutkan evakuasi dengan berjalan kaki.
  • Hindari melintasi jembatan saat proses evakuasi berlangsung.
  • Waspadai gelombang susulan yang dapat lebih besar.

BPBD mengingatkan tsunami tidak hanya datang satu kali. Gelombang kedua atau ketiga sering kali lebih berbahaya dibandingkan gelombang pertama.

Setelah Tsunami Berlalu

  • Kembali ke rumah setelah ada pernyataan aman dari pihak berwenang.
  • Hindari area yang masih tergenang air.
  • Waspadai instalasi listrik dan kebocoran pipa gas.
  • Jangan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi air tsunami.
  • Jaga kebersihan lingkungan dan sumber air bersih.
  • Segera periksa kesehatan jika mengalami luka.
  • Ikuti informasi bantuan dari pemerintah dan petugas kebencanaan.

Masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap kerusakan bangunan pascabencana. Pemeriksaan kondisi rumah perlu dilakukan sebelum kembali beraktivitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....