Kepala BPOM Sebut Potensi Ekonomi Jamu Capai Rp350 Triliun Setahun

  • 07 Jun 2026 16:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut potensi ekonomi jamu dapat mencapai Rp350 triliun per tahun.
  • Potensi tersebut dinilai dapat terwujud apabila jamu dikelola secara baik dan berkelanjutan.
  • Taruna mendorong generasi milenial dan generasi alfa ikut mengembangkan industri jamu nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan potensi ekonomi jamu dapat mencapai Rp350 triliun per tahun. Menurutnya, potensi tersebut dapat terwujud apabila jamu dikelola dengan baik.

Taruna menilai jamu memiliki peluang besar untuk terus berkembang di masa mendatang. Ia juga mendorong generasi muda ikut mengembangkan kekayaan budaya Indonesia tersebut.

"Saya kira generasi milenial dan generasi alfa ini menjadi sebuah kekayaan. Jangan lupa, saya selalu katakan ada potensinya Rp350 triliun setiap tahun kalau ini dikelola dengan baik," ujar Taruna saat ditemui di Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026.

Taruna menyampaikan hal itu pada puncak Pekan Hari Jamu Nasional di Jakarta. Kegiatan tersebut diisi fun run dan fun walk yang diikuti sekitar dua ribu peserta.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan mempromosikan jamu kepada masyarakat luas. Jamu juga telah mendapat pengakuan dunia sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.

"Kita ingin mempromosikan jamu bahwa jamu itu bagian dari UNESCO telah memberikan penghargaan. Jamu merupakan kekayaan tak benda dan itu merupakan pengakuan dunia terhadap kita," kata Taruna.

Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 31 ribu jenis tumbuhan yang menjadi kekayaan hayati nasional. Selain itu, terdapat sekitar 22 ribu nomor izin edar yang berkaitan dengan obat asli Indonesia.

Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan besarnya kekayaan yang dimiliki Indonesia. Ia berharap jumlah produk obat asli Indonesia terus meningkat pada masa mendatang.

"Ada 31 ribu jenis tumbuhan yang cuma ada tumbuh di Indonesia. Sudah ada 22 ribu nomor izin edar yang berhubungan dengan obat asli Indonesia," kata Taruna.

Taruna mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi pola hidup sehat kepada masyarakat luas. Masyarakat diajak membiasakan olahraga sekaligus mengenal manfaat jamu sebagai kekayaan Nusantara.

Menurutnya, olahraga dan konsumsi jamu dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat. Kedua hal tersebut dapat mendukung upaya menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

"Kita juga ingin mensosialisasikan cara hidup sehat dengan lari, jalan, dan olahraga. Dengan jamu, ditambah olahraga, maka hidup ini semakin sehat," ucap Taruna.

Menjawab pertanyaan mengenai generasi muda, Taruna menegaskan pentingnya edukasi mengenai manfaat jamu. Ia meminta masyarakat tidak melupakan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun tersebut.

Menurutnya, jamu memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan dimanfaatkan masyarakat luas. Bahkan, jamu dapat menjadi produk kesehatan yang semakin penting pada masa mendatang.

"Jangan lupakan jamu karena jamu adalah warisan yang sangat berharga bagi umat manusia. Jamu memiliki potensi yang sangat besar bagi kesehatan kita," ujar Taruna.

Taruna menilai jamu tidak boleh dipandang sebagai produk kuno yang sudah ditinggalkan zaman. Inovasi diperlukan agar jamu semakin dekat dengan generasi milenial dan generasi alfa.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu) Jony Yuwono mengajak seluruh pihak ikut melestarikan jamu. Menurutnya, para penjual jamu gendong memiliki peran penting menjaga warisan budaya bangsa.

Jony mengatakan para penjual jamu gendong bukan sekadar menjajakan minuman tradisional kepada masyarakat. Mereka juga menjaga identitas budaya Indonesia melalui tradisi yang terus dipertahankan hingga kini.

"Mereka bukan hanya sebagai penjaja minuman. Mereka juga merupakan penjaga identitas bangsa yang harus terus kita dukung," ujar Jony.

Jony mendorong pengembangan jamu dalam berbagai bentuk yang lebih sesuai kebutuhan masyarakat modern. Menurutnya, jamu tidak harus selalu dipasarkan dalam kemasan botol seperti selama ini.

Ia menyebut produk jamu dapat dikembangkan dalam bentuk saset, tablet, maupun kosmetik. Menurutnya, jamu diharapkan dapat dikenal hingga ke berbagai daerah dan dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....