Sepekan Pemadaman Listrik Bergilir di Sumut, Berikut Fakta-Faktanya

  • 07 Jun 2026 08:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT PLN (Persero) mengatakan, pihaknya akan melakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Sumatra Utara (Sumut).
  • Simak sederet fakta pernyataan PLN terkait pemadaman listrik bergilir di Sumut dengan durasi 3-4 jam setiap periode.
  • Durasi pemadaman listrik akan berlangsung 3-4 jam setiap periode, hal ini dilakukan dalam penyesuaian kondisi sistem kelistrikan,

RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN (Persero) mengatakan, pihaknya akan melakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Sumatra Utara (Sumut). Pemadaman listrik bergilir selama satu pekan itu, imbas rusaknya 12 tower transmisi akibat hujan lebat disertai angin kencang, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Simak sederet fakta pernyataan PLN terkait pemadaman listrik bergilir di Sumut dengan durasi 3-4 jam setiap periode. Wilayah yang berpotensi terdampak pemadaman listrik bergilir ini, seperti Kota Medan, Binjai, Deli Serdang, Sergai, dan Langkat.

  1. Pola Pengaturan Pasokan Listrik di Sumatra

PLN akan melakukan pemadaman listrik sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara dalam satu pekan ke depan. Pemadaman litrik dilakukan karena PLN sedang melakukan proses pembangunan Tower Emergency pasca belasan tower roboh.

"Pola pengaturan pasokan listrik dilakukan secara bergantian dan berpotensi terjadi 1-2 kali dalam sehari. Durasi pemadaman listrik akan berlangsung 3-4 jam setiap periode, hal ini dilakukan dalam penyesuaian kondisi sistem kelistrikan," kata Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi Sumut, Darma Saputra dalam keterangan persnya, Sabtu, 6 Juni 2026.

  1. Tower Emergency Jalur Sutet 275 KV

Darma mengungkapkan, wilayah yang berpotensi terdampak yakni Kota Medan, Binjai, Deli Serdang, Sergai, dan Langkat. Kondisi ini, diperkirakan akan berlangsung dalam sepekan ke depan.

"PLN saat ini sedang mendirikan Tower Emergency pada jalur SUTET 275 kV. Sebagai langkah untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan," ucap Darma.

  1. Tower Emergency Target Selesai 14 Juni 2026

Berdasarkan perencanaan teknis saat ini, pendirian Tower Emergency ditargetkan selesai pada 14 Juni 2026. Dengan catatan, apabila kondisi cuaca dan akses pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana.

"Seluruh personel bekerja secara maksimal selama 24 jam dengan mengedepankan keselamatan dan kualitas pekerjaan. Kami optimistis pendirian Tower Emergency dapat diselesaikan sesuai target sehingga proses normalisasi sistem kelistrikan dapat berjalan lebih cepat," kata Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban Sumatra, Yenti Elfina.

Sementara itu, ia juga turut meminta maaf kepada masyarakat apabila terjadi gangguan kelistrikan selama proses pemulihan. "Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," ucap Yenti.

  1. Pengaturan Pasokan Listrik

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UID Sumut, Efron Lumban Gaol menjelaskan, pengaturan pasokan listrik dilakukan secara terukur dan bergantian untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan. Efron mengatakan, pihaknya terus memantau secara real-time dan mengupayakan agar dampak yang dirasakan pelanggan dapat diminimalkan.

Seluruh personel terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan sistem agar pasokan listrik dapat kembali normal. Selain perbaikan di jalur transmisi yang terdampak, PLN juga membangun tower emergency untuk mempercepat penyaluran kembali pasokan daya ke sistem kelistrikan Sumut," ucap Efron.

  1. LAPK Sumut Singgung Kendala Listrik PLN

Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumut menyinggung, keandalan sistem kelistrikan PLN serta efektivitas proses pemulihan. Khususnya, pasca blackout Sumatra yang terjadi pada 22 Mei 2026 lalu.

Pasalnya, pemadaman listrik berulang masih terjadi di beberapa wilayah meski PLN menyebut sistem kelistrikan telah kembali pulih dan normal. Ketua LAPK Sumut, Padian Adi S Siregar mengatakan, kondisi itu menunjukkan belum terpenuhinya pelayanan kelistrikan oleh PLN.

Dalam perspektif pelayanan publik, jelasnya, keberhasilan pemulihan tidak diukur dari pernyataan bahwa sistem telah normal. “Fakta bahwa pemadaman masih terus terjadi memperlihatkan masih adanya persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik,” kata Padian dalam keterangan persnya, Sabtu, 6 Juni 2026.

Padian menegaskan masyarakat berhak memperoleh penjelasan secara terbuka mengenai penyebab pemadaman berulang yang terjadi pasca blackout Sumatra. Termasuk alasan pemadaman di malam hari yang disebut sebagai bagian dari proses pemulihan jaringan pasca blackout akibat gangguan cuaca tersebut.

Diberitakan sebelumnya, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 20.03 WIB ini menyebabkan kerusakan. Yakni, kerusakan pada infrastruktur transmisi kelistrikan di Sumatra Utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....