PLN Edukasi Keselamatan Listrik bagi 50 Siswa SD di Jakarta
- 05 Jun 2026 02:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perusahaan Listrik Negara mengedukasi 50 siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menjaga keselamatan penggunaan listrik.
- Sosialisasi interaktif ini turut melibatkan pihak Yayasan Karya Salemba Empat serta mahasiswa perguruan tinggi.
- Para peserta diajarkan cara mengidentifikasi risiko korsleting dan mengenali tanda gangguan listrik di rumah.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengedukasi 50 siswa sekolah dasar mengenai pentingnya menjaga keselamatan listrik. Aksi sosial ini dilaksanakan oleh Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya di wilayah Jakarta Selatan.
Badan usaha milik negara ini melaporkan pelaksanaan program pembelajaran tersebut pada Kamis, 4 Juni 2026. Sosialisasi ini bertujuan meminimalkan potensi bahaya penggunaan energi listrik pada area lingkungan rumah tinggal.
Program kepedulian masyarakat bernama Gerakan Mengajar ini merupakan bagian penting dari aksi sosial PLN Peduli. Kegiatan edukatif ini berlangsung secara langsung di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegal Parang 03 Pagi.
Seluruh peserta didik kelas empat dan lima diajarkan cara mengidentifikasi berbagai potensi bahaya listrik. Mereka juga mempelajari secara mendalam risiko korsleting akibat penumpukan steker pada stop kontak secara berlebihan.
Aktivitas edukasi tersebut mengusung tema cerita penyelamatan rumah yang sangat interaktif bagi seluruh peserta. Para siswa diajak mengenali tanda awal gangguan listrik seperti bau hangus dan percikan api.
General Manager PLN UID Jakarta Raya Moch Andy Adchaminoerdin memberikan penjelasan penting mengenai kegiatan ini. Pemahaman keselamatan listrik perlu ditanamkan sejak usia dini untuk mencegah potensi bahaya di masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar cara menggunakan listrik dengan aman dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pemahaman ini bisa mereka terapkan di rumah dan membantu keluarga lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik,” ujar Andy Adcha.
Program edukasi ini turut melibatkan Yayasan Karya Salemba Empat dalam membantu kelancaran proses belajar mengajar. Mahasiswa penerima beasiswa dari Universitas Negeri Jakarta juga ikut mendampingi siswa selama kegiatan edukatif.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lenteng Agung Yuniar Budi Satrio memberikan penjelasannya. Metode pembelajaran interaktif terbukti membuat materi keselamatan listrik menjadi jauh lebih mudah dipahami para siswa.
"Anak-anak cepat memahami saat belajar dengan cara yang menyenangkan. Mereka bisa langsung mengingat hal sederhana seperti tidak menumpuk colokan dan melapor jika melihat kondisi listrik yang berbahaya," ujar Budi.
Antusiasme tinggi terlihat dari keaktifan para peserta saat mengikuti berbagai permainan edukatif yang disajikan. Siswa juga aktif berdiskusi mengenai cara menjaga keselamatan dalam penggunaan alat elektronik di rumah.
Melalui program Gerakan Mengajar, PLN terus berkomitmen mendorong pemahaman keselamatan ketenagalistrikan sejak usia dini. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan tempat tinggal yang selalu aman serta nyaman.
Intisari Informasi:
Kata Kunci:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....