Persoalan Guru Honorer Dinilai Perlu Reformasi Tata Kelola Menyeluruh

  • 06 Jun 2026 07:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • FORMAS menilai persoalan guru honorer berakar pada tata kelola guru nasional yang belum optimal.
  • Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji menyebut distribusi dan pengelolaan guru lebih mendesak dibanding persoalan jumlah guru.
  • FORMAS mendorong reformasi menyeluruh untuk menjamin kesejahteraan dan profesionalisme guru.

RRI.CO.ID, Jakarta - Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) menilai persoalan guru honorer tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengangkatan pegawai. Permasalahan tersebut dinilai berkaitan erat dengan tata kelola guru nasional yang memerlukan reformasi menyeluruh.

Pengamat Pendidikan FORMAS, Indra Charismiadji mengatakan persoalan guru honorer merupakan bagian dari masalah besar dalam sistem pendidikan nasional. Menurutnya, distribusi dan pengelolaan guru selama ini belum berjalan optimal.

"Permasalahan guru honorer tidak bisa dipisahkan dari tata kelola guru yang memang perlu direformulasi secara menyeluruh. Kita sering mendengar bahwa kita kekurangan guru, tetapi data STR atau Student Teacher Ratio justru menunjukkan Indonesia kelebihan guru," ujar Indra dalam Focus Group Discussion (FGD) "Nasib Guru Honorer" di Auditorium Gedung Penunjang SLN RRI, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menilai narasi kekurangan guru perlu ditinjau secara lebih mendalam. Sebab, persoalan utama bukan hanya jumlah guru, melainkan distribusi, status kepegawaian, pembiayaan, dan sistem pengelolaan tenaga pendidik.

Menurut Indra, kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap rendahnya pendapatan sebagian guru di Indonesia. Temuan tersebut juga tercermin dalam sejumlah laporan lembaga internasional terkait kesejahteraan tenaga pendidik.

Ketua Umum FORMAS, Handojo Budhisedjati mengatakan organisasi yang dipimpinnya memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, isu guru honorer dipilih sebagai salah satu tema strategis yang perlu mendapat perhatian bersama.

"FORMAS sangat peduli dengan pendidikan. Oleh karena itu, tema permasalahan guru honorer ini kami angkat sebagai salah satu topik penting untuk dicarikan solusi bersama," kata Handojo.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, kesejahteraan dan kepastian profesi guru harus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional.

Melalui FGD tersebut, FORMAS mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan yang konkret terkait status guru honorer, perlindungan sosial, kesejahteraan, distribusi guru, hingga reformasi tata kelola pendidikan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....