Pemerintah Kebut Pembangunan PSEL Nasional
- 05 Jun 2026 22:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
- Sampah menjadi bagian dari tiga krisis lingkungan global bersama perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati
- Indonesia menghasilkan sekitar 60 juta ton sampah per tahun
- Sebagian sampah nasional masih belum terkelola secara optimal
- Pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 30 lokasi PSEL di berbagai daerah
RRI.CO.ID, Pontianak - Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah itu dilakukan untuk menjawab tantangan krisis lingkungan global.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan mengatakan, sampah menjadi bagian dari tiga krisis lingkungan dunia. Krisis tersebut meliputi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.
"Sampah menjadi bagian dari tiga krisis lingkungan global. Dampaknya semakin kompleks terhadap kehidupan masyarakat," kata Zulkifli Hasan di Pontianak, Jumat 5 Juni 2026.
"Persoalan sampah tidak lagi sekadar kebersihan kota. Isu ini juga berkaitan dengan pembangunan dan ketahanan pangan," katanya.
Menurutnya, Indonesia menghasilkan sekitar 60 juta ton sampah setiap tahun. Sebagian sampah tersebut masih belum terkelola secara optimal.
Kondisi itu menjadikan pengelolaan sampah sebagai tantangan lingkungan mendesak. Pemerintah karena itu mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern.
Saat ini pemerintah merencanakan pengembangan sekitar 30 lokasi PSEL. Lokasi tersebut berada di kawasan perkotaan dengan produksi sampah tinggi.
Dalam waktu dekat, tiga lokasi PSEL akan memasuki tahap peletakan batu pertama. Sebanyak 12 lokasi lainnya sedang diproses untuk pemilihan mitra.
Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut mulai beroperasi pada 2028. Program itu dijalankan sesuai mandat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Menurut Zulhas, PSEL tidak hanya mengurangi beban tempat pembuangan akhir. Fasilitas tersebut juga menghasilkan energi listrik dan menekan emisi karbon.
"PSEL menjadi bagian transformasi pengelolaan sampah nasional. Program ini mendukung energi terbarukan dan pengurangan emisi," katanya.
Selain PSEL, pemerintah mengembangkan berbagai teknologi pengolahan sampah lainnya. Teknologi tersebut meliputi RDF, komposting, TPST, dan pirolisis.
Zulhas mengatakan, pemerintah akan terus memperkuat kebijakan pengelolaan sampah. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan juga diperlukan untuk menjaga lingkungan.
"Pemerintah mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi. Lingkungan yang terjaga penting bagi masa depan pangan Indonesia," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....