Kunjungan Wisman ke Indonesia Tembus 4,68 Juta, Tertinggi Sejak 2020

  • 05 Jun 2026 15:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan.
  • Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
  • BPS mencatat sebagian besar wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Pudji Ismartini, mengatakan, tren positif tersebut menunjukkan sektor pariwisata RI terus mengalami pemulihan dan pertumbuhan yang kuat. “Capaian kunjungan wisman Januari hingga April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020,” ujar Pudji dikutip Jumat 5 Juni 2026.

BPS mencatat sebagian besar wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia melalui jalur udara. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menjadi pintu masuk utama dengan total sekitar 2 juta kunjungan selama empat bulan pertama tahun ini.

Selain peningkatan kunjungan wisman, BPS juga melaporkan kinerja sektor akomodasi yang menunjukkan tren positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel secara nasional pada April 2026 tercatat sebesar 37,08 persen, naik 3,80 poin dibandingkan Maret 2026 dan meningkat 0,33 poin dibandingkan April tahun lalu.

Untuk kategori hotel berbintang, TPK pada April 2026 mencapai 48,83 persen. Bali mencatat tingkat hunian tertinggi sebesar 57,94 persen, disusul DKI Jakarta sebesar 54,80 persen dan Kalimantan Barat sebesar 53,76 persen.

Sebaliknya, tingkat hunian hotel berbintang terendah tercatat di Aceh sebesar 24,35 persen, Papua Tengah 29,58 persen. Serta Bangka Belitung 30,39 persen.

Secara kumulatif selama Januari hingga April 2026, TPK hotel berbintang mencapai 46,01 persen atau meningkat 2,07 poin dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Peningkatan tertinggi terjadi di Papua Barat sebesar 13,38 poin, diikuti Kalimantan Barat 10,47 poin dan Maluku 7,35 poin.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada April 2026 mencapai 24,96 persen. DKI Jakarta mencatat tingkat hunian tertinggi sebesar 38,09 persen, diikuti Kepulauan Riau 35,11 persen dan Bali 34,81 persen.

Adapun tingkat hunian terendah tercatat di Papua Pegunungan sebesar 9,62 persen. Secara kumulatif Januari hingga April 2026, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 23,75 persen atau naik 0,51 poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tertinggi pada kategori ini terjadi di Papua Barat sebesar 7,72 poin, disusul Gorontalo 6,38 poin dan Sulawesi Utara 4,88 poin. Di sisi lain, Bali mengalami penurunan terdalam sebesar 4,72 poin, diikuti DKI Jakarta 3,47 poin dan Banten 2,47 poin.

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa pemulihan sektor pariwisata nasional terus berlanjut. Ini ditopang meningkatnya kunjungan wisatawan asing dan membaiknya tingkat okupansi hotel di berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....