Kemenpar Catat Kunjungan Wisman ke Indonesia Tumbuh 8,24 Persen hingga April 2026

  • 03 Jun 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 4,68 juta hingga April 2026.
  • Jumlah wisman tumbuh 8,24 persen dibanding tahun lalu.
  • Devisa pariwisata triwulan I 2026 mencapai Rp68,28 triliun.

RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang awal 2026. Hingga April 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 4,68 juta kunjungan.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan angka tersebut tumbuh 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian itu menjadi salah satu indikator kuat pemulihan sektor pariwisata nasional.

"Kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari hingga April 2026 telah mencapai 4,68 juta kunjungan. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,24 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujar Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Widiyanti mengatakan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara pada triwulan pertama 2026 mencapai 1.346 dolar AS per kunjungan. Nilai tersebut setara sekitar Rp22,68 juta dan tumbuh 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurutnya, capaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mencapai target sepanjang 2026. Pemerintah menargetkan rata-rata pengeluaran wisman berada pada kisaran 1.372 hingga 1.404 dolar AS.

"Prestasi ini sangat membanggakan, namun kami tidak berpuas diri. Secara target diharapkan tahun ini terdapat peningkatan yang sangat signifikan," katanya.

Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat devisa pariwisata pada triwulan pertama 2026 mencapai 4,05 miliar dolar AS. Nilai tersebut setara Rp68,28 triliun dan tumbuh 6,3 persen dibandingkan triwulan pertama 2025.

Widiyanti menilai kinerja tersebut menunjukkan ketahanan sektor pariwisata nasional. "Meskipun sejak Maret 2026 kita mengalami situasi geopolitik yang menantang, kami sangat bersyukur dan optimis pariwisata Indonesia tetap resilien," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....