Masyarakat Diminta Taat Lalu Lintas Bukan karena Takut Ditilang

  • 04 Jun 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas karena kesadaran akan pentingnya keselamatan, bukan karena takut ditilang atau keberadaan petugas.
  • Berbagai pelanggaran lalu lintas disebut masih menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan di jalan.
  • Kakorlantas menyebut keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap pengguna jalan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas karena kesadaran akan pentingnya keselamatan. Bukan, semata-mata karena takut ditilang atau keberadaan petugas di lapangan.

Ajakan tersebut disampaikan seiring pelaksanaan Operasi Patuh 2026 yang akan digelar serentak di seluruh Indonesia. Operasi ini akan digelar pada 8 hingga 21 Juni 2026.

Agus menegaskan bahwa operasi tahun ini tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas. Tetapi lebih mengedepankan upaya membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Menurutnya, keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari kesadaran setiap pengguna jalan. Karena itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan lahir dari pemahaman bahwa aturan dibuat untuk melindungi keselamatan semua pihak.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memahami bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama. Bukan karena takut ditilang atau ada petugas, tetapi karena sadar bahwa keselamatan adalah yang utama,” kata Agus dalam keterangannya, Kamis 4 Juni 2026.

Ia menjelaskan, berbagai pelanggaran lalu lintas masih menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan di jalan. Oleh karena itu, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi fokus utama dalam Operasi Patuh 2026.

Agus berharap melalui pendekatan yang lebih humanis, masyarakat semakin memahami pentingnya mematuhi rambu-rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan. Serta menjaga etika saat berkendara.

“Ketika kesadaran sudah tumbuh, maka keselamatan akan menjadi budaya. Inilah yang ingin kita bangun melalui Operasi Patuh 2026,” ujarnya.

Korlantas Polri pun mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Demi menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan di berbagai daerah.

Dengan tumbuhnya kesadaran kolektif untuk tertib di jalan, angka kecelakaan maupun korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas diharapkan dapat terus ditekan. "Kami mengharapkan Operasi Patuh ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas," kata Agus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....