Kakorlantas: Utamakan Pendekatan Hmanis dalam Operasi Patuh 2026

  • 04 Jun 2026 16:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, meminta anggotanya agar mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2026.
  • Operasi Patuh ini akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada 8 hingga 21 Juni 2026.
  • Masyarakat diharapkan mematuhi aturan lalu lintas bukan karena takut terhadap petugas.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, meminta anggotanya agar mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Operasi ini akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada 8 hingga 21 Juni 2026.

Agus menegaskan bahwa operasi tahun ini tidak semata-mata berorientasi pada penindakan. Melainkan lebih menekankan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Menurut Agus, masyarakat diharapkan mematuhi aturan lalu lintas bukan karena takut terhadap petugas. Tetapi karena memahami bahwa kepatuhan merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

"Operasi Patuh tahun ini harus berbeda. Masyarakat patuh bukan karena takut kepada petugas, tetapi karena kesadaran untuk tertib dan selamat di jalan," kata Agus dalam keterangan, Kamis 4 Juni 2026.

Meski mengutamakan edukasi dan pendekatan persuasif, Agus menegaskan bahwa penegakan hukum tetap menjadi bagian penting dalam Operasi Patuh 2026. Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, tujuan utama pelaksanaan operasi ini adalah menekan angka pelanggaran lalu lintas, mengurangi jumlah kecelakaan. Serta menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan di jalan raya.

"Tujuan utama tugas-tugas Korlantas adalah menurunkan pelanggaran lalu lintas, menurunkan peristiwa kecelakaan. Serta menurunkan fatalitas korban," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh 2026 akan menitikberatkan pada tiga pendekatan utama. Yakni, 20 persen kegiatan preemtif, 30 persen preventif, dan 50 persen represif atau penegakan hukum.

Komposisi tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara edukasi, pencegahan, dan tindakan hukum terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Agus berharap Operasi Patuh 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

Dengan tumbuhnya kesadaran kolektif untuk tertib di jalan, angka kecelakaan maupun korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas diharapkan dapat terus ditekan. "Kami mengharapkan Operasi Patuh ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas," kata Agus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....