Pengawasan Berlapis OSN 2026 Perkuat Integritas Seleksi Talenta
- 04 Jun 2026 16:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendikdasmen melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) memperkuat tata kelola Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 melalui pengawasan berlapis.
- Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengatakan, ajang talenta nasional, termasuk OSN, bukan sekadar ruang kompetisi untuk mencari peserta terbaik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) memperkuat tata kelola Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 melalui pengawasan berlapis. Langkah ini dilakukan untuk menjaga objektivitas dan kredibilitas proses seleksi peserta.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti mengatakan, ajang talenta nasional, termasuk OSN, bukan sekadar ruang kompetisi untuk mencari peserta terbaik. Lebih dari itu, OSN merupakan ruang pembinaan karakter, pengembangan potensi, serta wahana lahirnya generasi Indonesia yang kreatif, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing global.
“Prestasi sejati bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang bagaimana proses itu ditempuh dengan kerja keras, disiplin, tanggung jawab, dan integritas. Karakter adalah fondasi utama dari prestasi,” kata Suharti dalam Taklimat Media Penguatan Tata Kelola Pelaksanaan OSN 2026 di Perpustakaan Gedung A Kemendikdasmen, Kamis, 4 Juni 2026.
Pelaksanaan OSN tahun ini juga menjadi implementasi Permendikdasmen Nomor 25 Tahun 2025 tentang Manajemen Talenta Murid. Selain itu juga, Keputusan Mendikdasmen Nomor 16 tahun Tahun 2026 tentang Standar Penyelenggaraan Ajang Talenta Murid.
“Pelaksanaan OSN tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari implementasi kebijakan pengembangan talenta murid secara berkelanjutan. Kami sekaligus ingin memastikan pembinaan talenta berlangsung lebih terarah, terukur, dan berkesinambungan,” ujarnya.
Suharti juga memberikan apresiasi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraaan OSN. Ia mengajak seluruh peserta, pemerintah daerah, dinas pendidikan, satuan pendidikan, pengawas, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah OSN.
“Kejujuran tidak boleh berhenti menjadi slogan. Kejujuran harus menjadi budaya bersama. Integritas harus menjadi identitas dalam setiap penyelenggaraan ajang talenta,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional, Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan, penguatan tata kelola OSN 2026 dilakukan melalui berbagai langkah preventif dan pengawasan berlapis. Hal ini guna memastikan seluruh proses seleksi berlangsung objektif dan kredibel.
“Kami terus memperkuat sistem pengawasan dan mitigasi risiko pada seluruh tahapan pelaksanaan OSN. Prinsipnya, setiap peserta harus mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkompetisi secara sehat, adil, dan bermartabat," kata Maria.
Menurutnya, integritas menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas ajang talenta nasional. Karena itu, seluruh proses dirancang untuk meminimalkan potensi kecurangan.
OSN 2026 tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi akademik. Ajang ini juga menjadi bagian dari pembinaan talenta murid secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....