Korlantas Polri-Jasa Marga Perkuat Kolaborasi, Bahas Digitalisasi, Nataru dan ODOL

  • 04 Agt 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Korlantas dan Jasa Marga memperkuat koordinasi menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama Nataru.
  • Delapan fasilitas Weigh in Motion disiapkan untuk mendukung pengawasan kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih.
  • Integrasi data digital diharapkan mempercepat penanganan insiden serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan tol.

RRI.CO.ID, Jakarta - Korlantas Polri dan Jasa Marga memperkuat kolaborasi pengelolaan lalu lintas jalan tol nasional. Pertemuan membahas digitalisasi, persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta penanganan kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih (ODOL).

“Dua potensi libur besar akan meningkatkan pergerakan masyarakat, khususnya menuju jalur wisata. Karena itu, kolaborasi harus terus diperkuat,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo saat menerima audiensi Jasa Marga, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Lebih lanjut, Wibowo meminta pembaruan pembangunan dan kesiapan operasional sejumlah ruas tol baru. Perhatian diarahkan pada jalur Jawa Tengah-Yogyakarta serta akses pendukung menuju wilayah Jawa Timur.

Menurutnya, jaringan baru dapat memecah kepadatan kendaraan ketika mobilitas masyarakat meningkat selama libur panjang. Akses tersebut juga diharapkan memperlancar distribusi kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Selain Nataru, pertemuan membahas kebijakan bebas kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih mulai tahun depan. Wibowo menilai penanganannya harus menjaga keseimbangan ekonomi serta tidak hanya mengandalkan penegakan hukum.

“Korlantas selalu bekerja di hilir, sedangkan pekerjaan hulu sangat memengaruhi penanganan lapangan. Tanpa pertimbangan matang, hasilnya justru dapat kontraproduktif,” ujar Wibowo.

Karena itu, keterlibatan pengusaha dan perusahaan angkutan dinilai penting dalam penyelesaian masalah sejak hulu. Pendekatan tersebut diharapkan mencegah kebijakan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan di lapangan.

Sementara itu, Dirut Jasa Marga, Rivan Purwantono mengatakan audiensi ini untuk memperkuat pengawasan kendaraan berat menggunakan teknologi deteksi. Rivan menyebut kendaraan berlebih berisiko membahayakan keselamatan sekaligus mempercepat kerusakan struktur jalan tol.

Jasa Marga menambah fasilitas Weigh in Motion (WIM) dari dua menjadi delapan titik pengawasan. Sistem tersebut terintegrasi dengan kamera dan teknologi Light Detection and Ranging untuk membaca berat serta dimensi.

Data kendaraan selanjutnya disinkronkan menuju sistem Electronic Traffic Law Enforcement milik Korlantas Polri. Langkah ini mempercepat pengawasan kendaraan angkutan barang secara terukur dan berbasis data.

Tak hanya itu, integrasi digital juga dikembangkan melalui aplikasi Travoy berteknologi Radio Frequency Identification (RFID). Datanya akan diselaraskan dengan registrasi Korlantas dan hasil uji berkala Kementerian Perhubungan.

“Penguatan sistem dilakukan melalui Jasamarga Tollroad Command Center yang dapat dimanfaatkan bersama pada titik krusial. Integrasi ini mempercepat respons insiden dan koordinasi lintas sektor,” ujar Rivan.

Pada akhirnya, seluruh inovasi diarahkan meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan di jalan tol. Kolaborasi berkelanjutan juga menjadi fondasi pelayanan jalan tol nasional yang semakin modern, aman, dan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....